Rhetorical Question

A Bright Future Of My Own
(get the pic from google.com)



“Future. What do you do about your future? Get money more than you need, so you can called a rich man? Or get famous? Or you just want to life safely?”


Pertanyaan tersebut sering menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Sehingga membuat mereka berpikir ulang akan pilihan-pilihan yang ada didepan mereka. Mana yang harus diprioritaskan? Kebahagiaan dalam limpahan uang yang tak terhitung dan terkenal sebagai orang kaya atau hidup cukup aman dengan sedikit resiko?
Continue reading “Rhetorical Question”

Advertisements

si Gundul di perempatan jalan.

Bimbang, turn left go a head atau just go with the flow ?
(diambil dari  mimbarsaputro.wordpress.com)

Sosok tubuh dengan kepala gundul, berdiri di persimpangan. Menatap ke arah hati. Menanyakan hendak kemana akan pergi. Kanan atau kiri. Sekarang atau nanti. 


Persimpangan jalan itu terlihat biasa saja. Ada dua rambu-rambu di kedua sisi kanan dan kiri jalan. Lengkap dengan tulisan turn left go ahead. Sebuah tulisan yang mengajarkan pada kita untuk meraih jalan kejahatan, kelicikan dan keburukan sebagai jalan pintas untuk kesuksesan yang semu. 

Pengin kaya,singkatnya maling, rampok, jambret, julan narkoba, korupsi, jual badan sendiri, jual badan orang. Hal-hal yang sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah. 

Turn left go a head. Tampak sebuah motor berbelok kearah kiri. Sepertinya dia mengambil jalan pintas untuk ke arah kiri. Beberapa saat kemudian si pengendara motor  berbalik menyeberang, dan mengambil arah kiri untuk kemudian pergi melaju kencang kendaraannya meninggalkan kami. Pengendara lain yang harus berhenti karena untuk lurus ada lampu merah menghadang. 

Ada orang bilang dia pandai, pintar, cerdas, jenius. Dan memang daripada menunggu lampu merah yang lama, lebih baik mengambil arah kiri untuk berbalik dan mengambil kembali turn left go a head, di sebuah perempatan jalan.

Mungkin jika ada para penegak hukum, belum tentu keberanian para pengendara itu tampak. Tapi sepertinya hari itu para penegak hukum sedang berlibur. Mereka sedang beristirahat. Entah capek hati atau tubuh, mendengar banyak cacian dan makian yang mereka terima. Sebuah dilema bagi mereka, di satu sisi mereka bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, di sisi lain mereka terjebak oleh hierarki kekuasaan yang dipolitisasi. 

Bimbang, apakah lurus jalan terus dengan mengambil resiko dari penilangan sampai menjadi pesakitan di rumah sakit. Ataukah mengambil jalan ‘cerdas’ dengan memanfaatkan turn left go a head? Lagian tidak ada penegak hukum yang berjaga, kalau toh pun ada, apa pangkat mereka jika dibandingkan atasan mereka? Yang kadang merupakan vampir-vampir penghisap darah. 

Bimbangkah kalian? Mungkin setan bimbang pula, karena manusia sudah mampu mengalahkan mereka dibidang keahliannya. Menghasut, menipu, menghalalkan segala cara. pikir si gundul meracau. 

“Sedang kebimbanganku sederhana. Aku tahu bahwa lampu merah itu larangan untuk jalan, namun mengapa tubuhku tidak mau berhenti? Sudah terbiasakah aku dengan segala ke’cerdas’an semu itu? Sudah kebalkah aku dengan perasaan was-was dan kehati-hatian? Sehingga tinggal seorang robot yang terotomatisasi tanpa punya kehendak?

Kehendak untuk berubah, kehendak untuk berkehendak. Agar aku menjadi lebih baik. Jika tidak begitu apa bedanya dengan mayat hidup? Yang hanya hidup dengan semerbak bau mayat yang busuk. 

Bimbang, bukan karena pemerintahan yang penuh sandiwara. Bukan karena tidak ada lagi keadilan. Bukan karena dunia yang semakin bobrok. 

Bimbang, tentang apakah aku masih berujud manusia? Mahluk berakal yang diberkahi jiwa dan pikiran. Oleh Tuhan YME. ” Ujar si gundul sambil kembali merenung.

Arkanhendra

Ketika Sariawan Dan Panas Dalam Menyerang

Makan ga enak, minum ga enak. Pas tidur, tiba -tiba bangun sendiri. Itulah kondisi si gundul terakhir yang dilansir oleh VOA atau voices of author alias si gundul sendiri. Niat hati mau menggemukan badan dengan meningkatkan nafsu makan. Namun apa dikata karena kurangnya kontrol dan kendali diri akhirnya niat baik tersebut harus pupus. Bagaimana tidak ? keinginan untuk menambah berat badan terganjal oleh penyakit panas dalam yang sungguh menyiksa. 

Berbagai rencana yang tertebar dihadapan si gundul harus dengan amat sangat terpaksa dikaji ulang. Semua dikarenakan penyakit panas dalam dan sariawan yang sudah hampir 3 hari ini dideritanya. Hampir beberapa jenis minuman penyegar dan vitamin – vitamin yang sering nongol di Iklan layanan tipi telah disatroni dan diuji cobakan. Namun tetap saja hasilnya nihil. Senihil kasus -kasus perbankan yang melibatkan beberapa pejabat penting di tanah air.

Kejadian ini memang tidak diperkirakan oleh si gundul. Betapa menderitanya ketika dia mendapat undangan nikahan atau undangan makan – makan dalam rangka ultah teman -temannya. Yang pastinya menyajikan berbagai makanan yang nikmat dan mantabh abis. Bahkan ice cream kesukannya pun pasti tidak mungkin absen. Tapi apa mau dikata semua mimpinya yang indah itu harus pups —eh maap— pupus dihadapan sariawan yang kejam. 

Mungkin lain kali ketika hendak akan sariawan si gundul harus memastikan bahwa tidak ada temannya yang akan menggelar hajatan. Sehingga sakit di mulut dan tenggorokannya tidak terasa lebih parah. 
Atau nanti ketika tetap ada temannya yang menggelar hajatan, dia akan merayu dan apa bila mungkin memaksa agar temanya mau mengundur acara hajatannya. 

Memang beberapa dari anda akan menilai arogan sekali si gundul. Kaya udah jadi raja aja. —Yah yang bisa saya jelaskan adalah orang tokoh ditulisan ini si gundul ya mau gimana lagi ? saya kan cuman narator . Coba kalo saya sutradaranya pasti juga ga gitu -gitu amat— 

Jadi pesan terakhir buat anda para sesama penderita panas dalam dan sariawan. Bersabarlah , ingat semua penyakit itu pasti ada obatnya, hanya kadang kita harus sabar dan tidak meniru apa- apa yang dilakukan si gundul. Karena dengan bersabar Allah SWT  pasti akan memberikan anda bantuan, karena Dia tidak tidur bukan ? Jadi bersabar dan berdoa saya kira langkah yang tepat untuk menghadapi penyakit ini. bahkan mungkin juga penyakit – penyakit yang lain. Salam gundul !! 

Arkanhendra

How we deal with love ?

“And all i can taste is this moment
And all i can breathe is your life
‘Cause sooner or later its over
I just dont want to miss you tonight …”

Dari sebuah lirik lagu yg menjadi soundtrack film city of angel, pastinya akan membuat para penontonnya meneteskan air mata. Ketika pada akhirnya kebersamaan kedua tokoh yg diceritakan dalam film tersebut hanya sesaat. Pada bagian akhir film pun terdapat kata2 indah yg pastinya menggetarkan hati. Kata2 itu pada intinya menyatakan bahwa meski hanya sesaat akan sebanding dengan seumur hidupnya sebagai malaikat.

Bayangkan seorang malaikat yg mau mengorbankan keabadiannya demi seorang gadis yg dicintainya. Jika setiap pasangan yg ada didunia ini melakukan seperti yg dikisahkan pada film diatas –ga nyampe bunuh diri juga sih, kalo itu mah goblok– Tidak akan ada yg namanya perceraian. Tidak akan ada yg namanya permusuhan. Karena jika setiap orang mengesampingkan egonya demi seseorang yg dicintainya, rasa benci, iri akan hilang. Maka mungkin hidup di dunia tidak ada bedanya dengan hidup di surga.

Memang kadang jika kita sudah mencintai seseorang, kita akan rela melakukan segalanya. Kita akan melakukan hal2 yg tidak mungkin. Semua itu tentunya kita persembahkan untuk yg tercinta, untuk yg tersayang. Siap akan resiko dan akibatnya. Bahkan jika hal tersebut membuat kita merubah pendirian dan cara pandang kita. Tidak ada yg tak mungkin untuk cinta. Sebuah kata mutiara yg membuat semua orang yg terjebak cinta untuk melakukan hal2 diluar nalar.

Hal tersebut bukannya salah, atau dosa. Dan tentunya tidak akan ada yg melarang kita untuk mencintai orang lain, asal cinta itu kita tempatkan secara proposional. Tidak perlu sampai terlalu berlebihan atau over. Ungkapkan dengan tepat, lakukan dengan benar. Karena indahnya cinta akan tampak ketika sebuah cinta itu dirasakan oleh kedua pihak dan pada tempatnya.

Cintailah orang disekitar anda, maka anda akan dicintai oleh semua orang. Hiduplah dengan cinta, karena tidak ada yg salah dengan cinta. Hanya kadang si subjek yg salah dalam memandang cinta. Salah dalam mengartikan cinta, salah dalam mengutarakan cinta. Hingga nantinya akan tumbuh benci dan sakit hati.

Ikhlas demi cinta, biarkan orang yg anda cinta memilih kebahagiannya. Bukannya kita mengharapkan mereka yg kita cinta bahagia ? meski kadang tidak tepat sesuai dengan apa yg kita inginkan.

Becarefull with the heat my friend ..

Berhati-hatilah kawan, pada yg namanya cinta. Pada yg namanya sayang, pada yg namanya suka. Karena sekali kamu merasa nyaman maka sudah dipastikan akan keterusan. Berawal dari perkenalan, berlanjut kepacaran sampai akhirnya tunangan dan berakhir di kuburan setelah sebelumnya merengkuh nikmatnya pernikahan. 


Sebenarnya tidak ada masalah ketika kita menjalin hubungan baik pertemanan atau perkenalan biasa. Siapa sih yg mau marah ketika kita mau menjalin tali persaudaraan atau silaturahmi ? Agama saja mengharuskan apalagi sesama manusia ? Lalu mengapa kita harus berhati2 ketika kita menjalani sebuah hubungan, baik hubungan pertemanan biasa sampai yg tidak biasa. 


Jawaban dari pertanyaan diatas sebenarnya sederhana. Ketika kita menjalin suatu hubungan kita harus mampu dan mau menempatkan diri kita secara tepat. Hal ini karena jika kita salah menempatkan diri maka bisa dijamin hubungan yg seharusnya membaikkan dan menghebatkan kita malah akan memperburuk keadaan kita. Bisa diberikan contoh sederhana, ketika kita sudah menjalin hubungan yg cukup serius dengan seorang gadis, maka kita harus pandai2 memposisikan diri kita ketika kita bertemu teman wanita yg lain. Selain untuk menjaga hati pasangan kita, juga menhindarkan kita dari kemungkinan2 terburuk yg dapat mengganggu hubungan kita dengan sang pujaan hati. 


Sudah banyak hubungan2 pertemanan dekat atau persaudaraan angkat yg bukannya membawa kebaikan malah membawa keburukan. Seperti pertengkaran yg berakhir dengan perpisahan. Besar kemungkinan hal2 tersebut terjadi karena baik si subjek pelaku maupun objek penderita kurang mampu menahan ego. Ketika ego sudah bicara, maka jarang kita melihat hasil yg baik sebagai outputnya. 

Karena manusia tempatnya lupa, tempatnya salah, maka berhati-hatilah ketika kita mau bertindak. Kita bukan mahluk yg sempurna. Dengan mengingat hal itu maka kita akan terhindar dari yg namanya pertengkaran, cemburu, perselingkuhan atau hal2 negatif lainnya. 

Salah satu cara lain dalam meningkatkan kewaspadaan adalah pada rasa ikhlas. Ketika kita berada di posisi yg sulit maka dibutuhkan rasa ikhlas yg mendasari pengambilan keputusan kita. Tidak semua yg menurut kita baik dan tepat akan selamanya seperti itu. Ada kalanya yg menurut kita hal tersebut kurang baik malahan justru membaikkan kita. 

Berhati-hatilah dalam setiap apa yg kalian lakukan, karena sekali kalian bermain api dan api itu sudah tersulut semakin besar, hanya badan hangus dan terbakar yg kalian dapatkan.  

Sang Pengganggu Tidur

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/gQc_62XTEd8" width="320" height="265" wmode="transparent" /]

When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true…

“Jogjakarta, 16 Februari 2010 2:54 AM”
kepada : Sang pengganggu tidurku

siapa kamu berani mengganggu tidurku
siapa kamu berani merusak istirahatku
siapa kamu yg dengan tega datang dan pergi tanpa diundang
malamku menjadi tak sama dan siang ku pun telah sirna
setiap detik tenaga ku terkuras hanya karena kamu
setiap menit mataku terbelalak karena melihat mu
hari2 ku terisi oleh bayangan mu

kau mungkin tak tahu kalau aku menderita
dan kau pun tak tahu kalau kadang aku hanya ingin bebas darimu
lepas dari semua hal tentang dirimu
lebih tepatnya melupakanmu untuk selamanya
karena kau sudah tak bisa kukejar
karena kau sudah tak tergapai

bukan karena kau telah pergi jauh
dan tak bisa kuraih
hanya karena kau telah bahagia
hanya karena kau telah melewatkan hari2 indahmu dengannya
dan bukan dengan ku

dan aku sadar semua hanya kesalahanku
ketika bukan aku yg ada disisimu
untuk mengatakan bahwa , “aku sayang kamu”

dan aku hanya bisa berjanji kepadamu
kau akan menjadi yg terakhir aku melakukan kesalahan
menjadi yg terakhir aku melakukan kebodohan
karena kali ini aku akan lebih berani
untuk mengatakan aku sayang kamu
pada dia yg lain
dia yg membuat aku mendapat kesempatan sekali lagi
untuk mengatakan ,” aku sayang kamu” .

sang-pengganggu-tidur

the Story of Victory.

Kemenangan. 
—————- 
Apabila anda ditanya tentang kemenangan apa yg akan terbersit dipikiran anda ?
Apakah itu dalam suatu pertandingan olahraga, perkelahian, ataupun perdebatan. Dalam meraih kemenangan itu, bagaimana anda meraihnya ? Apakah dengan usaha yg keras atau hanya usaha yg minimal ?

Banyak ahli dan pemikir mengatakan bahwa ada 2 cara untuk meraih kemenangan ,

#1 dengan menghalalkan segala cara baik itu cara yg baik atau licik
#2 hanya dengan cara2 yg baik saja dan anti menggunakan cara2 licik

Dari kedua cara diatas, kita tidak bisa menhakimi bahwa cara 2 lebih baik atau lebih terhormat. Dalam konteks keberhasilan cara yg pertama memiliki tingkat kesuksesan lebih besar daripada cara ke 2 . Lalu jika cara pertama telah terbukti lebih baik (efektif dan efisien) dalam meraih tujuan, mengapa banyak orang yg berpura2 tidak mengakuinya ?

Bagi manusia indonesia, yg masih kental dengan budaya timur, tentunya akan memilih cara ke2 yg sesuai norma2 sosial yg ada. Namun bagi bangsa barat yg notabene lebih maju dan terkenal akan budaya bebasnya –meski bukan kebebasan mutlak– mereka cenderung memilih cara pertama.

Jika memang benar cara ke2 lebih baik secara segi moral, mengapa banyak orang lebih memilih cara pertama ? apakah karena mereka hanya berorientasi pada hasil ?
Maka bagi orang2 itu tidak akan mengenal proses, mereka lebih berpikir yg penting menang dan tidak melihat proses yg memenangkan mereka.

Bagi pihak yg kalah, tentunya mereka akan bersedih. Namun dibalik kesedihan dari kekelahan itu mereka akan menemukan pembelajaran. Dan dapat dipastikan mereka akan jauh lebih berkembang daripada pihak lain yg berorientasi pada hasil. Learn by process, not learn by purposess. 

Karena kadang jika tujuan telah tercapai biasanya kita akan merasa cukup puas, sehingga tidak akan ada perkembangan, karena tidak adanya proses pembelajaran .