Angkringan [Sekilas Info]

Angkring Bu Man, Kawasan angkring Kopi Joss, Yogyakarta. (Dok. Arkanhendra)

Menjelang dini hari, Bu Man yang berprofesi sebagai penjual nasi kucing atau lebih sering disebut Angkringan, dapat beristirahat. Hampir selama berjam-jam sejak dia buka pada pukul 5 sore, angkringannya dibanjiri para pelanggan. Mereka yang berdomisili di Jogja ataupun para wisatawan lokal dan internasional.

Kawasan utara stasiun Tugu memang sudah menjadi terkenal di mata masyarakat Jogja ataupun luar Jogja. Dengan sajian khas berupa nasi kucing dan Kopi Joss, para pedagang di area tersebut telah menjamur. Masih teringat sekitar 9 -10 tahun lalu, para pedagang yang berjajar menjajakan angkringannya tidak lebih dari 5-6 pedagang. Dan semuanya terkonsentrasi tepat di utara pagar yang membatasi dengan area Stasiun Tugu.

Melihat animo masyarakat luas yang semakin menyukai hawa khas Jogja yang dihantarkan angkringan di kawasan ini, membuat para pedagang lain mulai mencari peluang. Dengan berbagai embel-embel bertuliskan Kopi Joss, mereka membuka lapak demi lapak di pinggir jalan.

Angkringan yang dulu lekat dengan tempat nongkrong para masyarakat kalangan bawah, kini telah bermetamorfose. Karena tidak sedikit kalangan atas hingga aktor dan aktris ibukota yang menyempatkan diri menikmati salah satu sajian khas kota Jogja.

Ada sebuah cerita lucu yang sempat saya dengar dari seorang kawan. Pernah suatu kali ada seorang tamu meminta pesanan segelas kopi joss. Lucunya, tamu tersebut berkata, “Bu, Kopi Jossnya satu dibungkus. Arangnya dipisah ya Bu,”

Sebagai tambahan informasi, sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kopi Joss dan kopi-kopi yang lain. Hanya sensasi ketika arang panas dicelupkan ke kopi yang berbunyi, “ceessss,” itulah yang membedakan. Bagi penyuka kopi, tidak dianjurkan untuk terlalu sering mengkonsumsinya. Namun jika sesekali sekedar untuk menikmati suasana Jogja di malam hari bersama kawan, keluarga atau pasangan tentu tidak bermasalah. Hanya satu catatan ketika anda berada di kawasan ini. Selalu sediakan uang receh untuk para pengamen yang hilir mudik bergantian menghibur anda.

Salam dari Jogja, pareng.

Arkanhendra

  1. semakin lihai nyeket yo….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: