2 Tahun Canting : Sepertinya Reportase

Tepat pada hari sabtu hingga minggu kemarin, Gunung Purba Nglanggeran menjadi riuh dan semarak. Bertempat di Pos 2, kami menggelar tenda dan membuat api unggun. Setelah sebelumnya berjuang dengan nafas yang tersengal-sengal mendaki gunung yang terletak di wilayah Gunung kidul tersebut. Tidak tinggi memang, bila dibandingkan gunung-gunung lain di wilayah pulau Jawa atau pulau lain. Tapi bagi sebagian dari kami yang tidak terlalu berjodoh dengan ketinggian dan kegiatan pendakian, hal tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Ya, sebuah pengalaman  yang mungkin kelak akan diceritakan kepada anak dan cucu. Jika ingatan masih dikandung kepala.

Ketika malam tiba, sesaat setelah mendaki tidak banyak yang dilakukan selain saling bercengkrama. Sambil menunggu seksi konsumsi menyiapkan makanan, kami bertukar cerita. Meski tidak semuanya dan tidak seluruhnya. Karena kami sadar ada batas-batas yang tidak bisa dimasuki, meski dalam hubungan yang telah terjalin erat. Duduk berdekatan, mengelilingi sebuah api unggun yang membakar kayu-kayu kecil yang dibawa dengan peluh keringat dari bawah ke atas. Ngefeel, kata seorang sahabat. Ngelih dan Ngantuk kata beberapa sahabat lain. Pada malam itu tidak semua kawan bisa hadir. Mungkin karena kesibukan atau agenda-agenda yang tidak bisa dipertemukan. Sehingga harus merelakan kehangatan malam itu secara langsung.

Hari beranjak semakin larut, ketika para ibu-ibu rumah tangga selesai menyiapkan konsumsi. Seporsi nasi plus ayam goreng kering yang berhias lalapan dan seplastik sambal. Menu malam yang sangat sederhana. Kami pun makan bersama ditemani api unggun tepat ketika bintang di langit samar-samar mulai mengintip.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi kami menandaskan sepaket nasi ayam tersebut. Mengingat perjalanan ketika senja menghabiskan sebagian tenaga kami. Dan esok pagi masih ada kegiatan yang akan kami lakukan bersama. Beberapa dari kami memutuskan untuk tidur sedang yang lain masih asyik bercengkrama ditemani tembakau yang mengepul dan secangkir kopi hangat.

Ketika bulan mulai terlihat di langit sebelah timur, acara perayaan ulang tahun pun dimulai. Dibuka ala kadarnya dan diisi dengan kehebohan yang standar. Ada kawan yang melaunching buku pertamanya, ada kawan lain yang melaunching usahanya, sampai ada pengumuman penghargaan ala canting. Yang tentu saja jauh dari keseriusan dan keformalan layaknya Grammy atau Indonesia Award. Hanya sebuah cangkir berwarna putih dan tepuk tangan meriah sebagai hadiahnya. Cukup layak bagi kami.

Usai pemberian penghargaan, kami pun melanjutkan diskusi ala kadarnya. Mengambil prosentase 50-50 antara bercanda dan serius. Tertawa, terdiam, tertawa lagi, terdiam lagi begitu seterusnya. Hingga kami sadar pada akhirnya kami manusia biasa yang tidak lepas dari rasa lelah letih dan kantuk. Dan setelah itu tenda-tenda mulai ditutup, api unggun mulai mengecil dan arang mulai menumpuk. Akhirnya, malam itu pun berakhir. Masing-masing dari kami kembali sibuk di dunia khayal masing-masing. Ada yang berharap sukses, ada yang berharap dapat rejeki, ada yang berharap cepat sembuh bahkan mungkin ada yang berharap cepat pulang.

Keesokan paginya, ditemani matahari yang terbit dari balik gunung beberapa kawan telah berhasil menatapnya dengan senyum. Sedang yang lain ikut mengamini dalam tidur. Tidak banyak waktu yang tersisa pagi itu untuk berjalan-jalan dan beristirahat. Karena kami harus menuju ke Ripungan. Sebuah desa di dekat Nglanggeran untuk memeriahkan acara bakti sosial yang diadakan bersama kawan-kawan PMI.

Setiap pertemuan akan berakhir pada perpisahan. Hujan yang turun deras mengantar masing-masing dari kami pulang. Kembali ke dunia dan kegiatan masing-masing. Acara ulang tahun telah usai dan kami menapak tahun ke 3 dari kebersamaan kami. Tidak ada yang tahu apakah kami masih bisa merayakan untuk yang ketiga nanti. Asal masih bisa bersenang-senang, kami pasti akan berjumpa lagi.

2 tahun canting di Pos 2 Nglanggeran, Yogyakarta (Dok.Canting)

Selamat Ulang Tahun yang kedua buat Canting, jangan lupa bersenang-senang! 

Alliswell! , Rancho  “3 Idiot”

Arkanhendra

    • Anonymous
    • February 14th, 2012

    komen ah, fotoku paling keren wkwkwkwk🙂

  1. sopo iki kok anonymus,… menungsa apa jin ya???? wkwkwk:mrgreen: @Anonymous

  2. hehehehe… met ultah yoooo🙂

  3. sami2….:mrgreen: @lina sophy

  4. selamat tergalauuuu!!!😀

  5. Malam ini aku baca tulisan mas Cakil sambil dengerin rekaman dari mas Gugun, ngakak maksimal hahahahaha, seminggu yang lalu yak…

  6. wkwkwkwkwk galau og pie… itu #Konspirasi@fawaizzah

  7. kok malah ngakak to sha… ckckckck:mrgreen: @ranselhitam

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: