Malam Pembukaan FFD (1ed)

Festival Film Dokumenter

Senin 5 Desember 2011, waktu senja. Sembari duduk di depan kantor Bank BI Yogyakarta, saya dan seorang teman menunggu matahari turun agar bisa hadir di sebuah acara. Malam pembukaan FFD atau Festival Film Dokumenter ke-10. Dan ternyata FFD ini merupakan Festival film pertama di Indonesia dan di Asia tenggara yang menangani film dokumenter.

Menurut jadwal, acara yang dimulai pukul 19.00 tersebut terbilang sepi. Karena ketika datang, baru tampak beberapa tamu saja. Bahkan, sepertinya  jumlah tamu yang ada  lebih sedikit dari para panitia berkaos biru yang ada di gedung societeit TBY malam itu.

Sambil menunggu pintu di dalam dibuka, kamipun duduk di taman depan gedung tersebut. Sembari ngobrol tentang semakin banyaknya penyuka film dokumenter dan masih samanya tingkat efektifitas waktu orang indonesia. Karet.

Mendekati pukul 19.30 kami baru masuk ke ruang audio visual di dalam. Begitu pintu dibuka, kami langsung saja masuk agar mendapatkan kekayaan sesaat dalam memilih tempat duduk. Tentu saja demi kepuasan menikmati pertunjukan semata.

Setelah mengamati, meninjau dan menyadari bahwa deretan yang kami sukai diperuntukkan tamu undangan kami pun memutuskan.  Duduk di deret ke empat dari belakang, di barisan kursi tengah tidaklah terlalu buruk. Pandangan kami masih luas dan nyaman.  Di sebelah kanan berderet kursi berkode E yang diduduki oleh beberapa pemuda dan pemudi. Sedang di bagian depan mereka tepat di hadapan pintu keluar samping duduk beberapa orang yang pernah saya temui di Tembi Rumah Budaya, Bantul.

Pada saat kami masuk ternyata para panitia berkaos biru bertuliskan FFD sudah bersiap-siap di beberapa tempat. Mungkin mereka ditugasi untuk menjaga deretan kursi yang sudah dipesan dari orang-orang seperti kami. Yang mencari tempat terbaik untuk menonton pertunjukkan.

Ketika kami berhasil duduk, di panggung sudah bersiap sebuah band akustik. Rupanya mereka memang disiapkan untuk menghibur para audiens yang mulai berdatangan masuk.  Lagu yang pertama dimainkan adalah if a’int got you -nya Alicia Keys.

Band akustik yang menghibur para audiens ini terdiri dari 4 orang. Dua orang masing-masing memegang gitar bass dan gitar melodi, seorang ditengah memegang cajon (percussi box)  dan seorang vokalis berkacamata di posisi terdepan.

Lagu Gerimis dari KLA menjadi lagu kedua yang dimainkan band akustik tersebut. Pada saat lagu kedua dari KLA dimainkan, datang lagi seorang anggota band ke panggung. Dia memakai baju hem bermotif kotak-kotak, topi ala jason miraz bercelana jeans, berkacamata dan membawa sebuah gitar akustik.  Nama orang tersebut Paksi yang ternyata merupakan kakak kelas sewaktu sma dulu.

Lagu tersebut dimainkan tepat ketika audiens mulai datang memadati kursi-kursi yang tersedia. Kursi pertunjukkan yang berupa sofa berwarna merah. Senada dengan karpet lantai yang juga berwarna merah.

Tampak para anak muda baik dari kalangan perkuliahan maupun komunitas berebut mendapatkan spot-spot yang nyaman untuk duduk menikmati 2 film yang direncanakan akan diputar. Yang membuat saya harus menarik perkataan saya di awal bahwa malam pembukaan ini sepi pengunjung!

Meski deretan audiens sudah hampir penuh, lampu penerang ruangan masih saja bersinar remang-remang. Menampakkan tulisan dilarang merokok di sisi kanan dan kiri dinding tepat di atas lampu. Sebuah tulisan yang menyesakkan bagi mereka para pembakar tembakau. Seperti saya, misalnya.

Pemandangan di bagian depan panggung, tampak seperti sebuah gerbang masuk ke benteng kuno. Apalagi dengan bentuk frame setengah lingkaran berwarna hitam. Tepat di depannya terdapat sebuah viewer yang telah disiapkan menghadap panggung. Sebagai layar disiapkan latar background panggung berupa kain putih yang terpasang rapi.

Selain band akustik yang tampil menarik perhatian audiens, hiasan panggung yang ada di sisi kanan dan kirinya juga patut dicermati. Di atas kotak hitam terdapat 3 tumpuk kotak dengan gambar tokoh-tokoh dunia di sisi yang menghadap audiens. Sebuah lampu yang berada di dalam kotak hitam dibawah memperjelas gambar tokoh-tokoh tersebut. Hingga semua orang dapat melihat gambar Adolf  Hittler yang terpampang di kotak teratas di bagian kiri panggung. Seorang diktator dari Jerman yang mendengungkan pembasmian pada kaum Yahudi, dan mengibarkan bendera Nazi.

Di bawahnya, kotak bergambar Elvis Presley dan Albert Einstein. 2 Tokoh dunia di bidang musik dan ilmu sains (fisika). Jika yang pertama menggoyang dunia dengan suaranya yang merdu, tokoh kedua  menggoyang dunia dengan rumus E= mc2* -nya yang menjadi cikal bakal bom atom.

Di tumpukan kotak sebelah kanan hanya Marilyn Monroe yang dikenal, berada di bagian bawah kiri tumpukan.  Di sebelahnya terdapat gambar seorang penyanyi kribo. “Seperti Bob Marley, “ pikirku. Sedang diatasnya terdapat sebuah kotak bergambar seorang pemain bola bernomor 10.  “Bisa ronaldo, pele, atau maradona.” kataku ragu.

Tidak hanya tumpukan kotak itu saja yang menarik untuk diamati. Di sisi kiri dan kanan tepi panggung, terdapat juga x banner stan bertuliskan Festival Film Dokumenter dengan corak yang saling berlawanan.  Di sebelah kiri dominan merah dan tulisan putih sedang di kanan dominan putih dengan tulisan merah. Kreatif dan seimbang.

Ketika lagu ketiga dari Radiohead dimainkan, masih tampak beberapa audiens hilir mudik mencari tempat duduk yang kosong. Saat itu jam menunjukkan pukul 19.45 lewat. Suasana sudah semakin dingin, hasil dari AC gedung yang bekerja lembur. Meski duduk di kursi sofa yang lumayan empuk sudah agak sedikit bosan jika tidak ada hiburan dari band akustik. Apalagi ditambah keadaan perut  yang lapar dan badan yang pegal.

Sempat berpikir dan bertanya, akankah pengalaman pertama melihat sebuah Festival Film Dokumenter pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara ini hilang tak berbekas? Atau ada sebuah pengalaman baru yang bisa didapat ketika pulang nanti?

Well, setiap pertemuan pasti akan menyenangkan. Just wait and see!

[bersambung]

Arkanhendra

*) E=mc[kuadrat]

    • nathalia
    • December 6th, 2011

    ga ada fotonya😛

  1. emang,. cz ga ambil foto2 *lali gowo kamera* hehehe tp nek ada tk masukin😀 @nathalia

    • komunitas dokumenter
    • December 7th, 2011

    terimakasih atas kedatangannya🙂

  2. terima kasih atas hiburannya😀 @komunitas dokumenter

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: