Manusia

Manusia.

Manusia memiliki akal, begitu katanya. Manusia adalah mahluk paling sempurna di dunia, begitu pula katanya. Manusia adalah sang pemimpin di dunia, begitupun katanya.

Kata siapa? Tanya seseorang.

Kata dia. Dia yang juga manusia. Jawab seseorang yang lain.

Lalu jika memang semua kebesaran manusia dikatakan oleh sesama manusia itu sendiri, apa takaran yang digunakan? Apa pembanding yang dapat membenarkan perkataannya? Tanya suatu orang.

Apakah penting? Balas seseorang yang lain.

Ya, benar, apakah penting? Kita sama-sama manusia bukan? Desak suatu orang lain.

Jadi sungguh sangat besar dan muliakah kita? Tanya suatu orang tadi.

Berbanggalah! Jawab suatu orang lain yang mendesak. Sesak, memaksa.

Lalu kenapa adapula pengkastaan? Kaya Miskin, Elok-rupawan dan buruk nan busuk, Tuan dan Budak? Bukankah kita semua manusia?

Yang kau sebut memiliki akal, seperti begitu katanya. Dan manusia adalah mahluk paling sempurna di dunia, seperti begitu pula katanya. Dan manusia adalah sang pemimpin di dunia, seperti begitupun katanya.

Itulah kehebatan lain manusia! Meski menjadi yang paling hebat diantara yang lain. Tetap saja harus menjadi hebat diantara yang paling hebat.

Lalu pada akhirnya, siapa yang menjadi terhebat dari yang paling hebat diantara semua yang terhebat? Tanya seseorang lagi.

Manusia?

Arkanhendra, Agustus 2011, “pada racauan malam”

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: