[1000Burungkertas] Mencoba Mengkisahkan

*) diedit dan diposting dari rumah lama

… sebuah cerita tentang keinginan untuk berbagi. Berbagi harapan dan mimpi untuk mereka yang kurang beruntung.

***

Kisah ini berawal kira-kira hampir setahun yang lalu. Ketika  kami dipertemukan dengan seorang bernama Rendra. Pria bernama Rendra ini kemudian mengajak kami ke sebuah sanggar bernama Studio Biru. Sanggar kecil di daerah Ripungan, Prambanan, Sleman Yogyakarta. Sebuah sanggar yang merupakan bekas rumah sementara/shelter untuk para korban gempa jogja 27 Mei 2006 lalu.

Pada awalnya shelter tersebut sering digunakan untuk kegiatan pendampingan anak-anak korban bencana. Di sana anak-anak dapat bermain dan belajar untuk sekedar melupakan bencana yang mereka alami. Sampai waktu pun berlalu, dan bencana pun usai. Namun kegiatan pendampingan tetap berjalan. Meski dengan apa adanya, dan  dengan segala keterbatasan.

***

Singkat cerita, dari pertemuan kami dengan Rendra, kami pun menyempatkan diri untuk berkunjung kesana. Meski hanya untuk sekedar bermain-main pada awalnya.

Untuk kali pertama, mereka menyambut dengan malu-malu kedatangan kami. Meski pada akhirnya kekakuan itu pun melebur menjadi keakraban. Mereka mulai menyambut tidak dengan diam dan malu-malu. Meski masih ada beberapa yang menjaga jarak.

Dan pada akhirnya kami pun bisa dikatakan hampir sering berkunjung kesana. Sehingga kami mulai tahu dan mengenal, tidak hanya anak-anak itu, namun juga desa tempat mereka tinggal. Terletak di bukit tepat diatas pemukiman rumah dome, yang kini menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Kondisi desa ripungan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan keadaan desa-desa lain. Hanya karena akses yang sulit terjangkau membuat pembangunan di desa ini berjalan kura-kura. Memang ada akses lain untuk menuju kesana, dengan mengambil jalan memutar yang tentunya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

***

Dari adik-adik disana kami juga tahu bahwa setiap pagi dan siang mereka harus berjalan menuju sekolah yang terletak di daerah Dayakan. Memang tidak jauh. Namun jalan curam menurun dan berbatu yang harus mereka lalui merupakan tantangan tersendiri yang lebih terasa ketika mereka pulang di siang hari yang terik.

“Capek ndak dik?” , “Yo ora mas, wong wis biasa.” Itulah jawaban mereka ketika ditanya tentang perjalanan yang harus ditempuh untuk pergi sekolah.

Sekolah, hanya berarti kegiatan belajar membaca dan menulis. Karena pada akhirnya nanti, tergantung pada kekuatan orang tua mereka. Sampai sejauh mana biaya untuk  sekolah dapat terkucur demi menggapai mimpi-mimpi mereka. SD, SMP, atau SMK? Untuk kemudian tamat dan menjadi buruh pabrik atau bekerja di toko, pekerjaan paling beruntung yang mereka dapatkan nantinya.

Disinilah pada akhirnya sisi kemanusiaan kami tergelitik. Keinginan untuk beraksi tidak hanya pada dunia maya. Tidak hanya sekedar membagi kisah mereka atau kesulitan mereka pada khalayak umum. Namun bertindak!

***

Melalui proses yang tidak singkat, kami pun membentuk gerakan sosial 1000 burung kertas. Beserta tagline for Hope and Happiness. Dengan tujuan, berbagi.

Dan langkah pertama kami adalah merombak kondisi sanggar yang ada agar menjadi lebih layak untuk berkegiatan. Beberapa hal kami lakukan dari menjual kaos  sampai meminta dukungan dan bantuan dari kanan-kiri. Baik berupa buku-buku, sarana belajar atau dana.

Sampai, akhirnya kami bukan hanya bisa merombak sanggar, melainkan membangun sanggar baru diatas tanah pinjaman. Dengan harapan, sanggar yang baru tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan anak-anak belajar dan bermain, melainkan juga berguna bagi warga desa. Agar nantinya dapat  sedikit merubah kehidupan warga disana menjadi lebih baik. Muluk-muluk memang, tapi bukan tidak mungkin.

***

Setiap manusia bebas bermimpi. Hidup enak, pekerjaan layak, istri yang cantik, dan kehidupan yang mapan. Tidak salah memang. Karena itu hak mereka sebagai mahluk individu. Namun bagaimana jika mimpi itu berhadapan dengan realitas/kenyataan yang bertolak belakang? Bisakah kita bebas bermimpi?

Arkanhendra

*) untuk info lebih lanjut kunjungi web kami : 1000 burung kertas atau FB 1000 burung kertas

*) berikut kegiatan yang telah dilakukan bekerja sama dengan beberapa pihak,

13080536162046022185

Belajar Bahasa Inggris bersama IKMM (Dok.Hendra)

1308053717357593203

Belajar Bahasa Inggris bersama IKMM (Dok.Hendra)

1308053171667088966

Belajar Jarimatika🙂 (Dok.Bayu)

13080532131319065883

Belajar Jarimatika🙂 (Dok.Bayu)

1308053238986830793

Bermain Badminton🙂 (Dok.Bayu)

1308053384954905132

Studio Biru yang baru🙂 (Dok.Bayu)

*) video kegiatan,

1307805797783322622

for hope and happiness

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: