[1000BurungKertas] Mulai Melangkah

*) diedit dan diposting dari rumah lama

Siapa dapat ramalkan bagaimana bakal jadinya bayi? Jadi nabi atau bajingan, atau sekedar jadi tambahan isi dunia, polos , tanpa apa-apa? (Pramudya Ananta Toer, “Jejak Langkah” )

***

Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang. Tanpa pakaian, ilmu, pangkat, kedudukan bahkan kekuasaan sekalipun. Hanya bermodalkan tangis yang disambut bahagia orang-orang yang mencintainya. Yang dari mereka pulalah nantinya si bayi belajar banyak hal. Mulai dari hal dasar sampai hal terumit sekalipun. Sebagai pegangan untuk mengisi buku kehidupannya dengan banyak cerita dan warna.

Ya, memang hidup seperti sebuah buku. Sebuah buku berisi lembaran-lembaran kertas putih. Kosong. Menunggu untuk ditulis, digambar, atau dirobek sekalipun. Sama halnya dengan sebuah buku kehidupan tentang mereka, yang kami panggil, burung-burung kecil di bukit gersang.

***

Pada tengah malam dengan penuh kebahagiaan aku masuk ke kamar. Semua yang baik datang berduyun-duyun. Hanya karena aku memulai. Yang lain-lain akan datang dengan sendirinya. Semua membutuhkan permulaan. Permulaan sudah ditempuh. (Pramudya Ananta Toer, “Jejak Langkah” )

***

Sabtu, 25 Juli 2011 pukul 15.00 WIB. Bertempat di pedukuhan Ripungan, kelurahan Sumberharjo, Sleman Yogyakarta. Melalui Tasyakuran sederhana telah berdiri sebuah sanggar anak Studio Biru. Sebuah sanggar tempat anak-anak belajar, bermain, berkreasi bahkan hanya untuk sekedar menghabiskan waktu.

Bangunan berwarna biru tersebut berdiri gagah di antara pepohonan yang tampak mulai meranggas menyambut musim kemarau. Seakan hendak menjawab tantangan untuk mempersiapkan para burung-burung kecil menghadapi kerasnya hidup.

Dengan diresmikannya sanggar studio biru, maka besar harapan, burung-burung kecil itu dapat tumbuh besar dan kuat. Mampu meraih mimpi dan harapannya yang tergantung tinggi di atas langit. Lalu turun kembali ke bumi. Untuk kemudian kembali memunculkan burung-burung kecil yang lain. Burung-burung kecil baru, generasi baru, mimpi dan harapan baru. Dan begitu seterusnya.

***

a dream you dream, alone is only a dream,

a dream you dream, together is reality… (John Lennon)

***

Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak atas bantuan, dukungan dan dorongannya. Situs Blog sosial Kompasiana beserta para kompasianer, teman-teman blogdetik, Goodreads Jogja, AIS (Arsenal Indonesian Supporter), IKMM (Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen) D3 Ekonomi UGM, Komunitas pelukis SEPI, Komunitas Rumah Bebek, dan Komunitas Canting. Para warga Ripungan beserta perangkatnya, dan pihak-pihak lain yang terlibat.

“Tuan, kami telah mulai melangkah. Dan kami akan memulai langkah berikutnya untuk menyokong sayap-sayap garuda, agar dapat kembali terbang!”

“Terbanglah tinggi raih cita-cita dengan kerja kerasmu, dengan usahamu, dengan belajarmu, dengan doa-doamu yang kau tampi saat menapaki hidup dan berpasrahlah pada Tuhan sang pencipta segala kuasa, bila kau besar dan sayapmu telah terbentang dari ufuk memenuhi penjuru, ulurkanlah tangan-tangan kalian, untuk menerbangkan ribuan burung-burung kertas yang lain, penuhi angkasa raya dengan cinta dan asa yang tak kunjung pupus, terberkahilah.

doa hamba, mengiringi.” -Suri Nathalia-

 

 

Arkanhendra ,

for hope and happiness

130918658727789819

Peresmian Sanggar Anak Studio Biru (dok. Sigit)

13091864111372138509

Peresmian Sanggar Anak Studio Biru (dok. Sigit)

1309185409567133575

Peresmian Sanggar Anak Studio Biru (dok. Sigit)

1307805797783322622

for hope and happiness

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: