Killed Or To Be Killed

Kepulan asap memenuhi sebuah kamar hotel. Di atas meja duduk dengan gagah sebuah asbak bermotif kayu. Di sampingnya berdiri dengan anggun sebuah botol vodka yang hampir kosong. Seorang pria ras nordic sedang sibuk  dengan telpon genggamnya.

L’obiettivo è sul posto, target sudah dalam jangkauan. Menunggu perintah selanjutnya bos.” kata si Nordic dengan nada rendah yang kasar.

Eliminato subito, habisi secepatnya.” kata suara di ujung telepon dingin.

Si.” jawab si Nordic singkat.

***

Suasana pagi yang cerah menyelimuti wilayah Grainau. Seperti kelambu yang menyelimuti ranjang peristirahatan. Namun begitu selimut cerah itu tidak bisa menutupi kondisi ranjang usang yang besi-besinya telah berkarat. Seakan hendak berteriak untuk mengharap kemudaan. Pagi itu Alessio Carmine masih saja terduduk lesu di depan jendela. Sambil memandangi secarik foto lama di tangannya.

Andria… how could you leave me? Why do you go away?” isak Alessio sambil terus meratap.

Alex dear, are you okay? Its me Katherine,…” sapa Katherine dari depan pintu kamar.

Karena tidak mendengar balasan dari si empunya kamar, dengan hati-hati Katherine masuk ke dalam kamar. Ditangannya terdapat segelas lemon tea dan beberapa roti sandwich. Setelah menaruh santap pagi untuk kekasihnya di atas meja, dia mendekati sosok tubuh di depan jendela.

Dengan lembut dipeluknya laki-laki di depannya dari belakang.

“Alex, mau sampai kapan kau seperti ini? Just let it go,…” katanya pelan.

Seperti sebuah patung. Hanya kali ini patung itu berdenyut sambil sesekali terisak. 

“Ayolah Alex, apa Andria akan senang melihatmu seperti ini?”

Dan Alex tetap mematung. Diam, tertunduk.

***

Di sebuah kamar lain, masih di gedung yang sama, seorang pria jepang terlihat sibuk. Dengan gerakan-gerakan yang halus tanpa mengusik kekasihnya yang tidur di ranjang, dibukanya tas ransel bercorak army, yang berwarna hijau kecoklatan.  Sebuah pistol FN semi otomatis seharga US $ 1000 lengkap dengan amunisi, tergeletak di atas meja. 

Emmhhhh, honey what are you doing?

Setengah terkejut pria jepang itu segera menyembunyikan pistolnya.

Nothing babe, just checking my tools.” katanya singkat.

Sambil beranjak dari sofa, pria jepang itu mendekati kekasihnya yang masih terbaring di ranjang. Dengan lembut diusapnya rambut kekasih Amerikanya itu. Tidak seperti wanita-wanita lain yang pernah dikencani,  dia merasa ada sesuatu yang lain dari wanita itu. Sesuatu yang membuat kewaspadaannya menghilang.

***

Beribu-ribu kilometer jauhnya dari Jerman, 2 orang pria terlibat pembicaraan serius.

“Pablo, bagaimana dengan si Agen?” kata seorang pria dengan cerutu montecristo di tangan kanannya.

Relax Anastasio, ‘wanita’mu sudah lebih dari cukup untuk menghabisinya.” sahut pria disampingnya sambil tersenyum licik.

“Bagus.”

Alessio, Si Nordic, pria jepang dan kekasihnya. 4 Orang dengan latar belakang yang berbeda berkumpul di sebuah hotel di daerah pegunungan Alpen, Jerman. Berkumpul untuk saling membunuh atau dibunuh. Killed or to be killed.

Arkanhendra

1296737649429227607

Killed or to be killed (novinite.com)



  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: