Crimson Skies

Perpisahan. Air mata. Tangis. Wajah-wajah kelu mengharu biru. Tidak tampak keceriaan bahkan dari sepasang mata sekalipun. Semua larut dalam air mata yang terus saja menetes. Tak terbendung, tak tertahan. Dengan kepala tertunduk, pundak yang sesekali bergerak naik turun. Seirama dengan nafas yang sesak. Sesak karena perpisahan.

3 Tahun sudah menjalin rasa dan mengikat asa. Setiap keping memori demi memori, pada setiap bingkai jendela kelas. Pada setiap lantai dan ubin-ubinnya yang berdebu. Pada setiap tawa dan duka. Semua terpatri dalam peti kenangan dan tersembunyi dalam palung hati. Hanya yang terpilih yang mampu mengoreknya.

“Akhirnya ya, kita sampai disini juga.” kata seorang gadis berlesung pipit dengan tawa manisnya yang tersungging ceria.

“Iya, ga nyangka ya? kaya baru kemaren, eh tau-tau udah lulus aja.” gadis lain berperawakan mungil menimpali dibalik kacamatanya yang menggantung.

Masih segar dalam setiap sudut-sudut mata mereka, pada setiap waktu yang mereka habiskan bersama-sama. Dan kini waktu yang dulu berjalan beriringan, seakan menjauh dalam sebuah potret kenangan.

“Kira-kira kita masih bisa ketemu lagi ngga ya?” kata si gadis berlesung pipit.

“Ohhh pastilah, hari gini gitu loh! Teknologi udah maju! Tenang, kita masih bisa saling kontak kan?” seru gadis lain yang tiba-tiba ikut nimbrung.

“Kita jangan lost contact ya…?” kata si gadis mungil sambil meneteskan air mata.

Dan pelukan dari keempat temannya menjadi jawaban atas pertanyaannya.

***

Kalaupun akhir cerita kita masih tetap sama, aku cuma mau bilang ..

“aku ga pernah menyesal bergabung dengan tim ini . salah satunya penyesalanku adalah aku belum berusaha maksimal untuk tim dan aku belum memberikan sesuatu untuk tim. tapi aku selalu senang walaupun kemenangan belum kita dapet , tapi aku masih punya kebersamaan dan cinta kasih bersama kalian . tidakkah itu lebih dari cukup untuk membesarkan hati dan mengobati rasa kecewa kita temen temen …?”

dan mungkin ini akhir cerita yang belum tentu setiap tim punya.

***

Crimson Skies

Sore itu, ditemani langit yang merah, kami berpisah. Untuk meneruskan jalan kami masing-masing. Hanya satu yang kami tahu, selama kami tidak menyerah meraih mimpi, kami akan bertemu kembali pada saatnya nanti.

Arkanhendra

*) dedicated to R Yuswika Putri, Marina Pravitasari, Meilita Amadea C, Julia Evelyn hope all the best for all of you.

  1. terharu…..jd inget jaman putih abu2

  2. weleh… laci baru to kang hendra?
    mengenang masa2 abg to?😀

  3. hehehe ya seperti itulah jeng Lina😀 bar mermak lapak ki

  4. hahaha masa yg indah yo jeng😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: