Love, Basketball, and Highschool

“Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir.” kata Ti Pat Kay.

Si babi gemuk murid dari pendeta budha Tong Sam Chong itu untuk ke sekian kalinya mengalami patah hati. Entah untuk keberapa kalinya sudah tak terhitung.

Ti Pat Kay, sebenarnya merupakan titisan dari seorang prajurit kahyangan, bernama tian Feng. DAn bukan sembarang prajurit. Karena jasa-jasanya dia pun diangkat menjadi seorang jenderal. Tentunya hal itu pun membuatnya bangga bukan kepalang. Jenderal TIan Feng, komandan yang membawahi 100.000 prajurit kahyangan, pembasmi siluman kera raksasa -yang nantinya menjelma menjadi sun go kong, murid pertama Biksu Tong sam cong.

Karena jatuh cinta pada dewi Chang e, -seorang bidadari kahyangan pelayan ibu suri,  ibu dari kaisar langit- Jenderal besar Tian feng diturunkan derajatnya dari seorang jenderal besar menjadi manusia di bumi. Dan tidak hanya itu, dia ditakdirkan untuk mengalami 1000 penderitaan cinta. Sampai akhirnya dia salah terjun ke dalam kolam reinkarnasi menjadi seekor babi -tepatnya siluman babi-

“Ngga, mau sampe kapan kamu nonton tivi terus?”

“Bentar Bu, nanggung.”

Film ‘Journey To The West’ yang menceritakan petualangan seorang biksu dengan 4 muridnya yang aneh memang menjadi film favorit Kalingga. Tidak pernah sekalipun dia melewatkan episode demi episode yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Hal itu pun membuat jengah Ibunya. Tidak jarang Ibunya marah-marah karena melihat anaknya selalu saja meninggalkan tugas-tugasnya karena sibuk menonton film kegemarannya itu.

Sore itu seperti biasa Kalingga sedang menonton serial Journey to west. Episode dimana Ti pat kay sedang patah hati -untuk kesekian kalinya- Sebenarnya tokoh pat kay kurang disukai oleh kalingga, dia lebih memilih tokoh keren lainnya, Sun Go Kong. Seekor kera nakal yang sakti dan gemar berkelahi.

Mungkin karena terinspirasi oleh tokoh kera itulah, tidak sering ibu kalingga di panggil kesekolah karena anak bungsunya itu terlibat perkelahian. Mungkin, ini adalah salah satu alasan kenapa ibu kalingga paling tidak suka anaknya menonton film tersebut.

Meski kalingga tidak menyukai tokoh pat kay dalam serial tersebut, namun entah kenapa sore itu dia merasa senasib dan sepenanggungan dengan pat kay. Padahal biasanya dia anti pada salah satu tokoh genit yang menampilkan tubuh gemuk dan berawajah babi yang menybalkan itu.

Ternyata di dunia ini memang berlaku hukum sebab akibat. Kalingga baru menyadari betul hal itu. Tidak ada akibat tanpa sebab. dan tentunya semua hal yang terjadi di dunia ini memiliki penyebab. Seperti ketika mendadak dia merasa mengerti penderitaan tokoh pat kay ini.

Semua berawal dari beberapa minggu lalu ketika dia untuk petama kalinya memasuki kelas baru di sekolahnya yang baru, di SMA Jagad Lima. Pada waktu itu dia dipertemukan dengan sosok gadis yang mencuri perhatiannya. Gadis itu satu kelas dengannya dan duduk di dekatnya. Gadis berkulit hitam dengan kacamata minus yang melindungi sepasang mata indahnya -menurut kalingga, dan sayangnya semua orang-

Karena duduk berdampingan, tidak sulit untuk kalingga mengajaknya berkenalan dan mengobrol bersama si gadis pujaan yang bernama Novika, nama yang sesuai dengan bulan kelahirannya. Namun sayang seribu sayang, si gadis pujaan ternyata seorang gadis yang pendiam. Dia tidak banyak berkata-kata baik dengannya atau siswa lain. Gadis ini tipikal seorang kutu buku yang tentunya dianugrahi sifat rajin yang sangat tinggi. Dan biasanya gadis seperti ini hanya tinggal menunggu waktu untuk meraih predikat siswa teladan di sekolah.

“Pat kay, kini aku tahu perasaanmu.” kata kalingga dalam hati.

Sebagai seorang siswa yang memiliki predikat siswa petarung di smpnya, Kalingga merasa akan sangatlah sulit untuk mendekati pujaan hatinya. Sempat dia merasa minder karena tentunya gadis seperti Novika akan memilih seorang kekasih yang baik dan tidak macam-macam. Singkatnya, laki-laki yang 180 derajat berbeda dengannya.

“KALINGGA, ayo sudah sore ini, nanti kita terlambat ke dokter.” seru ibunya dari ruang tamu.

“Iya bu.” jawab Kalingga sambil berlari kearah ruang tamu.

Sore itu Kalingga harus pergi ke dokter untuk membuka gips di tangan kanannya. Sudah lebih dari 3 minggu gips itu terpasang erat menjaga tulang di  tangannya. Dan karena itulah dia tidak dapat ikut seleksi yang diadakan tim basket SMA Jagad Lima.

Kegalauan hatinya karena jatuh cinta pada pandangan pertama menambah beban berat di hatinya. Jika dulu dia bisa menumpahkan kesedihannya karena sesuatu hal melalui basket, kini lengkap sudah penderitaannya selama 3 minggu. Setelah tidak bisa bermain basket, dia harus mengalami penyakit layu sebelum berkembang akrena cinta yang tak sampai.

“Bu, ntar gipsnya sudah bisa di lepas kan?” tanya Kalingga kepada ibunya sesampai di rumah sakit.

“Kita tunggu dokter bilang apa, memang kenapa?” jawab ibunya datar.

“Soalnya besok ada seleksi tim basket bu di sekolah, dan aku pengin ikut.” jawab kalingga sedih.

Meski kalingga anak yang ‘sedikit’ nakal dan suka berkelahi, tapi ibunya tahu betul anak tabiat anak bungsunya itu. Jika sudah menyukai sesuatu maka tidak ada orang yang bisa menjauhkannya dari hal yang disukainya. Teringat beberapa tahun lalu ketika kelas 5 SD, hanya karena mempertahankan bola basket hadiah ulang tahunnya dia menemukan anaknya itu pulang dengan baju lusuh dan robek di beberapa tempat. Tidak hanya itu, biru lebam di mukanya tidak menghilangkan senyuman puas telah berhasil mempertahankan benda paling berharganya saat itu.

DAn kini mungkin hanya bola basket yang bisa membuat anaknya itu berubah dari anak yang nakal menjadi anak yang lebih baik. Harap ibunya.

“Nanti kalau emang dokter bilang sudah bisa dilepas, kamu bisa main basket sepuasmu, tapi kalau belum kamu harus bersabar ya nak?” kata ibunya sambil tersenyum.

1 jam sudah Kalingga berada di rumah sakit. Perasaan was-was dan khawatir menyibukkan pikirannya, mengalihkan sejenak gadis cantik yang menawan hatinya. Sambil berkomat-kamit membaca doa dia berdoa agar dokter membolehkannya membuka gips di tangannya agar dia bisa mengikuti tes seleksi basket di sekolah. Karena untuk sementara ini hanya basket yang bisa mengobati kekalutan hatinya karena cinta. Sambil sedikit berharap jika dia bisa ikut dalam tim basket sekolah, maka dia bisa menarik perhatian Novika.

‎-maybe i’m not the best for you. but i’ll try to be better for my self and especially for you-

“Mungkin aku bukan orang yang terbaik untukmu karena tidak pandai dan -sedikit- bukan anak yang baik. Tapi aku akan berjuang untuk menjadi lebih baik demi kamu.” kata Kalingga dalam hatinya yang sudah tergambar wajah novika disana.

Sebuah harapan sederhana dari seorang remaja yang sedang mencari jati diri. Berawal dari cinta dan basket -pada kasus kalingga-

Jauh dari rumah sakit, seorang gadis berumur 16 tahun terlihat sedang menyapu halaman depan rumahnya. Sambil memegang sebuah sapu dia melakukan kegiatan rutinnya membantu orang tuanya.

Namun hari itu ada yang beda dengan gadis manis itu. Panggilan ibunya dari dapur tidak didengarnya. Pikirannya sibuk melayang-layang di alam mimpi dan khayalan. Dan semua karena pertemuannya beberapa waktu lalu dengan teman sekelas barunya di sekolah. Seorang anak yang menurut kabar merupakan anak yang bandel dan suka berkelahi. Ternyata diam-diam Novika nama gadis manis itu sudah menetapkan pilihan akan cinta masa SMA-nya kepada Kalingga.

Arkanhendra

  1. Oohh.. Jadi, ini efek balik dari status pesbuk ono ya?
    Yang better-better itu.🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: