The Fresh Boys.

“Yud, udah pada kumpul?”

“Udah Mas, tinggal kamu sama Poli aja. Buruan ya?!”

“Oke.”

Seusai menelpon Yudha, Damas segera pergi menuju rumah Poli yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Sore itu mereka sudah janjian untuk berkumpul di tempat Yudha. Maka dari itu sepulang dari tempat les, Damas segera beranjak pergi ke tempat Poli.

Di rumah Yudha, sudah berkumpul hampir semua anggota Tim Basket SMA Jagad Lima. Sambil bersantai dan menonton rekaman pertandingan NBA milik Edo, mereka menunggu kedua anggota terakhir mereka yang masih dalam perjalanan.

Rumah Yudha yang relatif dekat dan nyaman untuk berkumpul memang sering didatangi para anggota tim basket Jagad Lima. baik untuk membahas pertandingand an latihan, sampai hanya untuk sekedar nongkrong saja. Selain tentu saja karena adanya pohon rambutan di pekarangan rumah Yudha dan sebuah lapangan basket kecil di dekatnya.

Tidak sampai setengah jam, akhirnya terdengar suara khas motor Poli. Sebuah Astra Star butut dengan suara knalpot yang telah di modifikasi menjadi lebih keras.

“Halo bos? Pada dimana?” tanya Poli kepada Yudha yang menyambut mereka di gerbang rumahnya.

“Itu pada di kamar, nonton video NBA dari si Edo.” jawab Yudha.

Sore itu hampir seluruh anggota Tim Basket Jagad Lima sengaja berkumpul di tempat Yudha untuk membicarakan masalah regenerasi di dalam Tim Basket. Mereka merasa dengan posisi mereka yang sudah kelas 3 menuntut mereka untuk segera melakukan regenerasi. Mereka berharap agar ada adik-adik kelas baru yang dapat meneruskan jejak mereka. Bahkan kalau bisa melebihi mereka.

“Gimana Mas perkembangannya?” tanya Poli membuka suara.

“Lumayan Pol, dari informasi yang kudapat dari Babeh, kira-kira ada 4 orang anak kelas 1 baru yang sudah pernah bermain di SMP nya. Selain itu ada dua orang yang tercatat anggota beberapa klub.” jelas Damas.

Pada pertemuan sebelumnya memang Damas diminta untuk mencari info tentang para anak baru yang akan masuk. Dengan alasan posisinya sebagai anggota pengurus harian OSIS, tentunya Damas memang orang yang tepat.

Sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh sang tuan rumah, Fajar, Edo, Damas, Andre, Refi dan Gede membahas anak-anak mana saja yang dapat ikut seleksi Tim basket. Dengan tumpukan berkas biodata yang dicatat oleh Damas dari Babeh. Salah seorang guru yang terlibat dalam penerimaan siswa baru, mereka mulai mendata anak-anak baru.

Fajar, Andre dan Refi bertugas mengurutkan dari asal SMP yang mereka nilai memiliki tim basket yang bagus. Sedang Edo dan Yudha bertugas untuk melihat bio data fisik dan latar belakang. Apakah mereka pernah mengikuti lomba atau tidak. Sedang Poli dan Damas mencatat kandidat-kandidat mana saja yang akan mereka ambil untuk seleksi.

Dari sekian banyak data tentang siswa baru akhirnya mereka mendapatkan 10 orang siswa. Salah satunya adalah Jonathan dari SMP Pejaksan, Kalingga dan Normandy dari SMP Nagan. Hengky dan Hanugra dari SMP Jetis. Kelima anak ini mendapat nilai plus atas prestasi yang didapat sekolahnya. Ditambah dari biodatanya, mereka tercatat juga pernah mengikuti beberapa lomba basket. Salah satunya Jagad Lima basketball tournament. Event bolabasket yang diselenggarakan oleh SMA Jagad Lima.

Jonathan menjadi salah satu kandidat yang paling menarik perhatian mereka. Selain tercatat sebagai anggota klub Primary, klub yang sama yang pernah diikuti oleh Andre dan Damas, Jonathan yang waktu itu duduk di kelas 3 sendiri adalah MVP final pada event terakhir yang mereka selenggarakan. Meski kalah, namun dari segi permainan, semangat dan totalitas Jonathan mengalahkan kandidat MVP tim lain.

Kalingga dan Normandy pun tidak kalah mendapat perhatian. Pasangan ini berhasil membawa tim mereka lolos ke semifinal saat mereka duduk di kelas 2. Namun karena suatu hal, pada event terakhir beberapa waktu lalu sekolah mereka tidak diikutkan.

Sedang untuk Hengky dan Hanugra meski sekolah mereka tidak terlalu mencatat prestasi yang menonjol namun keduanya tergabung dalam Klub Garda Mataram. Salah satu klub yang terkenal dengan kecepatan dan serangan fastbreaknya (serangan cepat).

Dari hasil pengelompokan tersebut, akan dijadikan dasar pemilihan yang akan diadakan ketika latihan tim inti. Latihan yang dikhususkan bagi para anggota tim basket SMA Jagad Lima. Sedang sisanya akan dimasukkan pada latihan reguler pada waktu Ekskul.

2 Jam setelah pertemuan tiba-tiba telepon rumah Yudha berdering. Segera Yudha mengangkat telepon yang ternyata dari salah satu kenalannya yang bekerja sebagai wasit.

“Cah, ada kabar gembira.” kata Yudha dengan wajah berseri-seri.

“Kabar apa bos?” tanya Andre penasaran.

Ternyata Yudha mendapat kabar bahwa SMA Eka Teladan akan mengajak sparing partner beberapa minggu kemudian di lapangan SMA Eka Teladan.

“Wah pas banget ini, kita bisa sekalian mencoba anak-anak baru.” sahut Edo bersemangat.

Pertemuan sore itupun ditutup dengan membahas persiapan untuk trial game bagi para pemain baru. Mereka memutuskan untuk memberi kesempatan 2 kuarter khusus para anak baru. Sekedar untuk melihat kesiapan mereka untuk bergabung dalam Tim Jagad Lima.

Proses recruitment dan regenerasi yang sempurna untuk par fresh boys, pikir poli yang disetujui oleh teman-temannya.

Arkanhendra

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: