Morning grief at Grainau.

Ragu-ragu Ilario Durante menekan cellphone-nya untuk menghubungi seseorang. Matanya yang masih sembab dan raut muka yang tertekan masih menggelayuti ketika nada sambung berbunyi. Sebenarnya dia sangat berharap bahwa semua yang terjadi beberapa waktu lalu adalah mimpi. Namun sayang, suara nyaring dengan tone yang khas itu membuyarkan lamunannya.

“Hello, Di Carmine hostel, with Alessio here.” sapa suara dalam telepon.

“Alessio, ini aku Ilario. I have a bad news for you.” kata Ilario dengan nada bergetar.

***

1293847955668716027

Grainau, Zugspitze (lodging-world.com)

Ratusan mil jauhnya dari Siena. Di sebuah kawasan yang dikenal dengan nama Zugspitze dengan julukan ‘kota terapi’ di kaki pegunungan Alpen. Tepatnya di sebuah desa sederhana di dekat danau Eibsee, bernama Grainau.

Di waktu liburan musim dingin, kawasan ini biasanya dipenuhi para wisatawan yang berkunjung. Baik untuk melepas penat, melakukan terapi atau sekedar berjalan-jalan. Kehadiran wisatawan ini tentunya menjadi sumber peruntungan sendiri bagi mayoritas penduduknya yang berusia paruh baya, dengan membuka Hostel.

Begitu pula Alessio Carmine. Meski masih jauh jika dianggap paruh baya, laki-laki ini tercatat sebagai pengelola hostel terbesar se-Grainau. Tidak jarang karena kemudaan dan parasnya yang tampan hostelnya selalu tidak berhenti dipenuhi wisatawan, terutama wanita. Dengan tubuh tegap atletis, beralis hitam tebal, dan berhidung mancung. Tidak salah bila dia sering di panggil ‘alex’ –nama panggilan Alessandro Del Piero– si ganteng dari kota turin.

Seperti biasa pagi itu Alessio harus berjaga di resepsionis. Michael, yang bertugas shift malam sudah pulang dari beberapa menit lalu.  Untungnya pagi itu tidak sesibuk pagi-pagi sebelumnya, tercatat hanya 2 orang tamu yang check in.

Abelard Benedict, nama yang terlalu tua untuk seorang pria berusia 30 tahun pikirnya. Seorang businessman angkuh yang tampak dari garis muka keras dan mata yang menjorok ke dalam.

“So Germany…” batin Alessio.

Belum sempat hilang perhatiannya kepada si businessman dari jerman, datang seorang pelancong dari benua asia. Bersama dengan kekasih Amerikanya, Ryo Iwao terlihat sangat gagah. Dengan tubuh kecil dan mata bulatnya dia tampak jumawa di samping Abelard yang datang seorang diri.

“Room 5 for mister Abelard, and room 10 for Mr Iwao. have a nice rest gentlement.” kata Alessio sambil menyerahkan kunci kepada 2 tamunya.

Tidak berselang lama, terdengar bunyi telpon. Karena masih sibuk mencatat data tamu yang baru masuk, Alessio meminta Katherine asistennya -sekaligus pacar- yang baru saja datang untuk bertugas shift pagi.

“Katherine, tolong angkat telponnya.”

“Okay.” jawab Katherine.

Sambil meletakkan jaket tebalnya di atas meja resepsionis yang terbuat dari kayu ek berwarna coklat gelap, Katherine meraih telpon yang terpasang di dinding kayu.

“Hello, Di Carmine Hostel, … who? Alessio? just a minute. Alex its for you.” sahut Katherine sambil menyerahkan gagang telpon kepada Alessio.

***

1293847739209724182

tears (indowaves.wordpress.com)

“Alex, are you oke?” sapa Katherine yang terkejut melihat kekasih sekaligus bosnya bersandar di tiang kayu dengan muka pucat.

Melihat raut muka itu, Katherine menduga pasti ada sesuatu yang amat-sangat-buruk sedang terjadi. Tidak pernah dia melihat Alessio terlihat begitu terpukul seperti itu. Kemudian di hampirinya tubuh yang kali ini terlihat rapuh itu.

“Andria…, Katherine, Andria my sister… she died.”

Dan Alessio pun terduduk lemah di lantai. Air mata mengalir deras ketika tubuh hangat Katherine memeluknya erat. Sepengetahuan Katherine, sejak kecil Alessio hanya hidup berdua dengan Andria, kembarannya. Ibunya yang tidak pernah dikenalnya telah meninggal lama ketika melahirkan mereka. Sedang bagi Alessio, dia tidak pernah peduli ada dimana ayahnya. Apakah masih hidup atau sudah meninggal.

Arkanhendra

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: