gli assassini funerale*

*duka sang pembunuh

Seminggu berlalu setelah kejadian berdarah di perkebunan Acienda Agricola Fontaleoni. Sebuah apartemen di wilayah Siena. Dengan kondisinya yang berantakan dan penuh aroma busuk telah meresmikan ruangan itu sebagai apartemen terburuk di dunia.

Di ruang tamu, dilantai sekitar TV dan sofa terdapat remahan-remahan roti dan kulit kacang. Botol-botol wine kosong yang berdiri tidak beraturan diatas sebuah meja dekat sofa. Masuk ke ruang tidur, kondisinya lebih ‘menyenangkan’. Terlihat ‘hanya’ beberapa baju berserakan memenuhi lantai dengan sebuah ranjang kosong ditengah kamar.

12937679851859214237

duka (bingkisanjiwa.wordpress.com)

Disamping ranjang kosong itu, tepatnya di lantai yang bersebelahan dengan kamar mandi, tampak seorang laki-laki paruh baya gelisah dalam tidurnya. Jika tergeletak pingsan bisa disebut tidur. Sambil menggigau dan meracau dalam dengkuran, laki-laki itu terdengar seperti sedang menangis. Meski lebih mirip kucing yang sedang beranak.

“Andria,….oh Andriaaa…..” racau si laki-laki.

Beberapa saat kemudian bunyi bel meraung-raung membangunkan mumi dalam apartemen tersebut. Sambil berjalan sempoyongan dibuka pintu apartemennya. Tampak seorang laki-laki yang tidak lebih muda darinya dengan penampilan parlente dan alis yang berkerut.

“Andrea, cosa succede con te?! Apa yang terjadi padamu?” seru laki-laki parlente itu.

“Apa yang kamu lakukan disini. Pergi! Andare Via! INVIA!” bentak Andrea.

Lalu tiba-tiba tubuh itu terjatuh. Andrea Perea kembali pingsan.

***

Meski dalam kondisi yang memprihatinkan namun kewaspadaan Andrea tidak melemah. Merasakan ada gerakan ganjil didekatnya dia segera meraih pistol beretta 92s yang selalu disembunyikan di bawah bantal. Lalu ditodongkannya ke sumber gerakan tersebut.

“Wooowwww, Calma! tenang Andrea, its me Anastacio!”

Karena tidak merasakan bahaya dari sosok tersebut, diturunkan pistol beretta ke pangkuannya. Sambil menghela nafas, ditatapnya sepucuk beretta tersebut. Teringat akan korban terakhirnya, Andrea kembali meneteskan air mata.

“Oooo, ayolah Andrea! aku tahu kau sedang berduka, but come on,…”

Chiudi la bocca! Diam kau Anastacio, kau sama sekali tidak tahu apa yang kurasakan. Dan ingatkan aku untuk tidak membunuhmu karenanya!” nada ancaman tersirat pada setiap kata yang diucapkan Andrea.

“Wooowww, dan kini kau menyalahkanku? Mana aku tahu dia anak Celia?” balas Anastacio.

Kembali mendengar nama itu membuat hatinya semakin galau. Celia, wanita yang dulu dicintainya. Dan seminggu yang lalu, dibunuh anaknya. Anak mereka. Andria Carmine.

“Anastacio, listen, aku tidak akan menerima job darimu atau siapapun lagi. I’m quit!” katanya pelan.

Sei pazzo! Gila kau Andrea!” teriak Anastacio terkejut.

12937680921688277387

(shutterstock.com)

Namun Anastacio tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Karena sebuah pistol beretta kembali menodongnya. Dia sadar, jika seorang Andrea Perea sudah memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa melawannya. sambil menghela nafas diletakkannya sebuah amplop tebal berisi uang. Lalu dia berkata,

“Terserah kau lah Andrea, tapi ingat sebilah pedang akan tetap menjadi sebilah pedang, dan bukan pisau dapur.” katanya singkat sambil berlalu keluar apartemen.

***

Dan sosok yang terkenal dingin dan kejam itu kembali terduduk lesu. Matanya menatap kosong senjata dipangkuannya. Terbersit sebuah rencana gila untuk segera menyusul kedua wanita yang tewas ditangannya. Pelan-pelan diletakkan moncong pistol itu di bawah dagunya.

Sesaat tangannya bergetar. Tangan yang biasanya dengan mudah menarik pelatuk tanpa rasa bersalah itu kini bergetar. Matanya terpejam, otot tangannya menegang. Seorang Andrea Perea si pembunuh terkenal –ll famoso Assassin– ketakutan.

Arkanhendra

*) thx 4 Google translator with the italian translating.

  1. January 1st, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: