Rekaman Pesta Blogger 2010. (Sebuah kritik dan saran)

9 Oktober 2010, Terban Yogyakarta. Pukul 18.45

“Piye bos, dah lama nunggu?”

“Eh, bos, lumayan, baru aja nyantai.”

“Gimana jadinya, siapa aja yang ikut? Bakal asyik ni…”

“Kalau yang sementara berbalas, Aku (hendra), kamu (sigit), Unyil (Agnes), Jenni, Agung, Lina Wij, Ngashim. Mas Tosse ndak jadi datang, Bu Ketan (Lina sop) dicilacap, Gugun masih dipedalaman, Shasa kondangan, Mesha loro.”

“Walah, ga iso kumpul kabeh yoo?”

“Sayangnya.”

Masih dengan optimis tinggi meski hanya beberapa orang saja, kami pun berangkat menuju PB Jogja 2010. Karena baru pertama kali saya mengikuti acara ini, saat itu saya hanya bisa membayangkan dan berimajinasi.

Seru, ramai, bertambah kenalan, bertemu teman-teman. Yak itulah imajinasi saya yang -sayangnya- tidak semua menjaid kenyataan.

9 Oktober 2010, Plataran parkiran, Purna Budaya Yogyakarta. Pukul 19.15

“Halo bos? Heheheheh.”

Dan mas Agung pun tersenyum.

“Wah git ternyata benar, mas Agung juga ndak kalah antusias, dia -seperti yang sudah saya tebak- pasti On Time.”

Sambil menunggu teman-teman yang lain datang kami dikejutkan oleh jumlah motor dan mobil yang parkir. Untuk sekedar pesta para blogger, ini sudah kelewat ramai seperti pameran saja.

Tampak antrian di pintu masuk membuat kami yakin,

“Pestanya pasti asyik!”

Tidak beberapa lama, Jenni dan Agnes pun datang. Diikuti Mbak Amma dan Mas Ujek.

“Ayo masuk aja gimana? itu ternyata antri loh,…” kata mbak Amma.

9 Oktober 2010, Plataran parkiran, Purna Budaya Yogyakarta. Pukul 20.15

Dan kami pun masuk. Setelah mengantri lumayan sedikit panjang, kami masuk dengan beberapa atribut dari panitia. Brosur dan stiker.

“Kok seperti pameran” pikir saya.

Meski ada beberapa nama teman yang tidak tercantum, kami tetap bersemangat untuk berpesta. Tambah dari pihak panitia sendiri ada yang datang dan menyapa kami.

“Thx, mbak Susan” (kalau tidak salah.)

Masuk ke purnabudaya, kami disuguhi sebuah tempat untuk ajang poto-poto. Dan kamipun bertemu dengan Ngashim dan Lina Wija.

“Hmmm panitianya keren, udah berasa di red carpet ni…” kata saya pada teman-teman.

Setelah menghabiskan sesi foto keroyokan dan individual. Kami pun melangkah masuk ke tengah acara.

“Edyannnn ramene…”

“Mas doamu terkabul, beneran to, ternyata  pas kita masuk makanannya udah habis. wkwkwkwk.” Seru Jenni.

“Tenanan Jen? hahahaha”

Memang sungguh aneh, ketika mendapati acara seramai ini namun kehabisan makanan menjadi sebuah hal yang lucu, membuktikan bahwa antusiasme kami belum luntur.

Meski duduk ngleseh dipojokan sebuah lapak penggalangan dana berupa koin receh, kami menikmati hidangan ala kadarnya -yang tersisa, maklum kami bandel masuknya aja nelat-

Waktu pun berlalu disekitar kami ternyata banyak sekali berkumpul orang. Namun ada yang aneh dimata saya. Beberapa dari mereka berkumpul di beberapa titik. Beberapa komunitas seperti sebuah komunitas fotografi yang gambarnya keren-keren, beberapa orang yang sepertinya satu kampus (saya tahu karena salah satunya teman saya) dan beberapa teman dari lapak lain yang ternyata sebagian saya kenal.

Anehnya adalah seolah-olah kumpulan-kumpulan kecil itu seperti terlepas dari hingar bingar acara. Terutama saat perkenalan salah satu blog tetangga dan beberapa sponshorship yang membagi-bagi hadiah dalam games.

“Ada apa gerangan?” pikir saya.

“Wah malah ngantuk aku, Wah kesel je ngadek, Wah acarane opo to iki?” beberapa kata yang terlontar dari teman-teman (bukan dari sesama kompasianer) membuat saya berpikir ulang tentang kemegahan acara ini.

“Muter-muter yuk.” ajak teman-teman canting.

Kami pun mulai menyambangi kemeriahan acara, yang sepertinya terpusat ditengah-tengah purnabudaya. Kami mulai menyebar, menyapa setiap dari mereka yang kami kenal, meski banyak juga yang kami tidak kenal.

Setelah beberapa saat kami pun hanya bisa kembali ke pinggiran purna budaya bersama beberapa orang lainnya. Terlepas dari beberapa pakaian peserta yang seperti acara kawinan, dan beberapa teman panitia yang menyapa kami, Its all right. Mungkin kamilah yang tidak bisa membaur dan kamilah yang menarik diri.

Hanya yang membuat saya heran, ketika kami melangkah keluar. Setelah sebelumnya menghabiskan sesi foto-foto kembali, ada beberapa kelompok orang atau pasangan yang mengikuti kami pergi.

Kalau hanya kami yang merasa asing, lalu kenapa dengan orang-orang ini? Di luar kami bertemu dengan beberapa kelompok yang malah baru masuk setelah saya mendengar alunan musik gending, dan beberapa pasangan yang -secara wajar- saya tahu kenapa mereka keluar.

Okay, saya cukup bingung, tapi tidak apa-apalah. Mungkin memang benar bahwa tidak ada yang sempurna. Dan meski buat saya acara PB 2010 tampil kurang menawan, namun hal tersebut merupakan pengalaman baru bagi saya. Apalagi bisa melihat kenyataan bahwa ternyata banyak juga blogger di Jogja.

Sukses buat Blog tetangga sebagai wadah suksesor acara, para sponshorship, teman-teman komunitas yang lain yang -sayangnya- belum begitu saya kenal. Dan buat mbak yang jaga stand undian kaos dan block note.

“mbaknya cantik, meski saya cuman dapet blocknote, tapi its okelah, semoga bisa ketemu lagi dengan mbak.”

Arkanhendra

terinspirasi dari laporan-laporan teman.

Blogger di PB (1)

Blogger di PB (2)

Blogger di PB (3)

Dan berikut beberapa hasil jepretan kami, dapat dilihat dibawah :

*) Para cantingers memilih nglemprak. (poto 1&2)

*) beberapa suasana PB 2010 (poto 3&4)

*) Dari pasangan yang sibuk dengan asmara sampai anak kecil yang sibuk dengan ipad nya. (poto 5&6)

*) sesi foto-foto para cantingers. (Poto 7&8)

    • aribicara
    • October 11th, 2010

    Pesta Blogger atau Pesta Narsis dari Kaum Elite Panitia PB ?😀

    hmmm sebenarnya pesta blogger cuman ada kesan elite karena beberapa blogger datang dengan kostum yang mengundang decak kagum…:mrgreen:

  1. Mudahan bisa lebih baik lagi

    yah namanya kritik dan saran kan digunakan untuk perbaikan… semoga tidak ada yang marah dan tersinggung…

  2. lah itu lumayan bos, saya malah sama istri dan anak saya yg baru umur 13 bulan. Tp yg sering dibilang temen2 chatting dan para selebblog… POKOKNYA PD AJA… (kata istri saya gak ada temennya yg datang 1 pun, kalo saya lumayan ada walau akhirnya misah lg kumpul dg teman2nya) alhamdulillah saya enjoy aja

    salam bos
    Herry Rachman
    http://imherry.blogdetik.com

    hmmm hampir serupa pak bos… kadang2 memang namanya kalo udah kumpul teman udah lupa… jadi bukannya ngumpul malah biasanya menyebar…😀

  3. semoga kebersamaan tetap terpelihara..

    Semoga saja…😉

  4. ya, itu resiko sebuah acara yg terlalu ‘kolosal’ sehingga ada aja peserta yang merasa asing (atau mengasingkan diri?)

    ngomong2, di posting ini ada beberapa kali disebut ttg ‘blog tetangga’. maksudnya blog yg mana itu ya?🙂

    hahaha saya ga mau nyebut merk ahhh😉

  5. Sama kaya’ Husin…😀

    IDEM

    Aminnn…. IDEMnya😀

  6. mantaf gan..baca ni perjalanan kami Dot”S” menuju PB jogja http://hamdun24.blogdetik.com/

    Segera k TKP…😉

  7. Eh, kehabisan makanan ? Nggak tuh, sampe akhir acara masih ada aja kok.

    @aribicara : semua pada narsis kok mas, tapi sungguh ga ada yg merasa kaum elite kok, mereka ramah dan membaur semua🙂

    maksudnya makanan yang disukai mas… yg makanan kecil2 warna merah kaya jambu itu loo…. *soale seneng aku*😀
    memang membaur meski tidak semua dan kalau semua bisa salling membaur dan berinteraksi pasti acaranya akan lebih hebat lagi…
    Salam Baur…🙂

  8. Ternyata persaudaraan di dunia maya bisa juga berlanjut ke hubungan persaudaraan yang sebenarnya di dunia nyata.

    Mirip dengan Husin dan kang Yudhie, Pertahankan kebersamaan ini😀

    Amin,…. 😀

  9. Wah untung ga kena candid cam-nya. Heheehehe

    Hmmm belum tentu…. karena ini yang baru sempat diupload….😉

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: