Rahwana Nitis (Tragedi Timur Tengah)

Masih ingatkah anda dengan Rahwana aka Dasamuka ? Seorang raja raksasa dari negara raksasa Alengka Diraja. Tokoh antagonis yang akhirnya mati ditangan Sri Ramachand ini, menurut kabar terakhir yang dilansir oleh sebuah surat kabar lokal, Wayang News (bukan surat kabar sebenarnya), telah hidup kembali. Dalam bahasa pewayangan biasa disebut nitis. Seperti nitisnya Bathara Wisnu pada Sri Khresna dan Sri Rama, begitupula Rahwana. 

Sosok raksasa yang dalam dunia pewayangan digambarkan sebagai inti dari kejahatan, kebusukan, kelicikan dan segala hal – hal yang berbau negatif. Anda masih ingat bukan sama kasus penculikan Dewi Shinta dan tindak kekerasan yang dialami oleh jatayu ? Dua kasus itu yang sering diceritakan dari generasi ke generasi melalui lakon Ramayana. 

Disamping kejahatan – kejahatan lain seperti pengusiran Wibisana, adik kandung sekaligus penasihat yang bijak dan manusia yang berjiwa ksatria. Hasutan yang menyebabkan Raden Subali bertengkar dengan Raden Sugriwa dimana sejatinya mereka adalah saudara kandung. Sehingga berujung kekematian Raden Subali oleh panah Sri Rama. 

Kalau dijlentrehkan begitu banyak kesalahan Rahwana. Salah satu yang membuat saya terkejut adalah dalam karya walmiki yang dituliskan kembali oleh Rajagopalachari dalam novelnya Ramayana. Terungkap bahwa Kalamarica seorang raksasa yang menghabiskan sisa hidupnya dengan menjadi pertapa di Hutan Dandaka, meregang nyawanya karena dibujuk oleh Rahwana. Didalam novel tersebut juga disebutkan bahwa ternyata Kalamarica adalah juga adik dari Rahwana. Dengan kelicikannya Rahwana berhasil membujuk Kalamarica untuk bersedia menjadi kijang kencana untuk menarik perhatian Dewi Shinta. Karena terpikat, Dewi Shinta merajuk dan merayu suaminya Sri Rama untuk mendapatkan kijang tersebut. Pada akhirnya karena kelengahan Dewi Shinta, dia berhasil diculik oleh Rahwana. 

Pada ending kisah tersebut, akhirnya Rahwana berhasil ditumpas beserta seluruh balatentara raksasanya. Dihadapan Panah Sri Rama akhirnya Rahwana meregang nyawanya. Dan Dewi Shinta dapat berkumpul lagi dengan suaminya. 
Namun sayang kini biang kerok dari segala kejahatan itu telah kembali. Dia telah menitis menjadi manusia – manusia kejam yang beberapa waktu terakhir selalu melakukan tindak kekejaman dan kekerasan. Yak, Rahwana telah kembali menebar teror dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan dunia. Jika dulu kejahatannya dilakukannya secara terang – terangan. Kini Titisan dari Rahwana itu dalam melakukan kejahatan lebih terorganisir dan lebih rapi. 

Sampai disini tentu kita semua bertanya – tanya siapakah titisan dari Rahwana ini ? siapa yang menjadikan kedamaian dan kemanusiaan sebagai makanan dan santap malam ? siapa yang telah dengan kelicikannya membuat benar pembunuhan dan tindak kekerasan ? 

Dialah bangsa Israel. Sudah beberapa waktu terakhir mereka menebar maut di wilayah Jalur Gaza. Sudah berapa banyak korban yang harus meninggal dan ataupun menjadi cacat. Parahnya dia melakukan semua kejahatan itu dengan dalih kebenaran. Dia memutar balikkan fakta bahwa mereka hanya membela diri dari para pemberontak. 

Dengan kelicikannya juga, tidak ada negara yang berani menegur bahkan memberikan sangsi atas apa yang telah dilakukannya kepada rakyat Palestina. Badan tertinggi dunia seperti PBB pun urung bersikap tegas kepada mereka. 
Meski begitu titisan dari Rahwana ini akhirnya melakukan kesalahan seperti ketika dia mengiyakan keinginan Sarpakenaka, adik perempuannya untuk menculik Dewi Shinta yang berujung kekematiannya ditangan Rama. Kini titisan dari raksasa jahat itu kembali melakukan blunder. Dengan menyerang rombongan kemanusiaan yang sedang berangkat untuk menolong rakyat palestina. Insiden kapal Mavi Marmara (maap kalau salah), menjadi awal dari kekalahannya. 

Dengan keberaniannya menyerang rombongan relawan itu, sekarang seluruh bangsa manusia mulai terbuka matanya. Mereka sudah tersadar bahwa selama ini apa yang dilakukan Bangsa Israel terhadap rakyat palestina hanya menyiksa dan menyengsarakan. 

Semoga insiden ini merupakan awal dari kesadaran bangsa – bangsa di dunia akan kembalinya Rahwana. Suatu wujud murni dari kejahatan yang dulu hanya dikenal lewat kethoprak, ludruk,dan wayang. Tulisan ini saya tujukan kepada rakyat Palestina yang sekian tahun menderita akibat dari invasi Bangsa Israel. Bangsa titisan Rahwana. Memang tidak semua dari mereka jahat, dan itu benar. Namun suatu tindak ketidakpedulian pun dapat menjadi kejahatan bila dihadapkan pada penindasan. 

Dan meski hanya bisa melalui tulisan paling tidak inilah wujud dari rasa kepedulian saya terhadap kesengsaraan rakyat Palestina. 
Semoga Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa mau menitiskan Sri Rama kembali agar dapat menumpas segala keangkara murkaan yang ada di dunia. 

Arkanhendra

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: