Si Gundul vs Timun

Si gundul kali ini sedang sedih, mutung, ngambek sampe barusan aja udah hampir 30 menit didepan the beloved one kompi ga ngapa- ngapain. Mau nulis berita males, mau nulis cerita mules. Akhirnya dengan otak hampa dan mata yang menatap layar dengan kosong, jari- jari si gundul pun mulai menari – nari melepas penat. 
Emang dasar si gundul ga punya rambut. Masa melepas penat pake jarinya menari ? Ini yang gila yang cerita apa tokohnya ? Ups maap pemirsa jadi sesi curhat ni. 
Oke akan dijelaskan sedikit tentang hal musabab si gundul kali ini lagi terkena sindrom males yang lumayan akut. Beberapa jam yang lalu –tepatnya sih semalam–, si gundul yang mengantarkan kanjeng ibu keliling – keliling kota untuk mencari obat mendapatkan dirinya disebuah warung kebab. Karena titipan sang adek untuk membeli makanan yang asing baginya (si gundul), ibu si gundul pun tidak sampai hati untuk tidak membelikannya. 
Setelah menunggu beberapa waktu, si gundul berhasil membawa pulang 2 buah kebab dengan nama maryam kebab. Jujur baru kali itu si gundul memakan makanan yang katanya sih asli arab gitu deh. Sambil mantengin layar kompi tercintanya, dia memakan kebab itu dengan lahap dan dalam waktu yang singkat sebuah kebab telah lenyap dari permukaan bumi dengan hanya meninggalkan sisa sisa kain penutup tubuhnya yang sudah compang camping. 
Waktu berlalu, tepatnya beberapa jam setelah adegan sadis itu. Si gundul merasa bahwa sesuatu yang aneh terjadi padanya. Bukan seperti pahlawan – pahlawan super waktu mendapatkan kekuatannya, atau para pendekar – pendekar dari cerita dongeng mendapatkan ilmu kanuragannya. Tapi seperti orang mabuk yang hendak meraih Jackpot, alias pusing yang berujung ke muntahan yang keluar dari mulut. 
Kontan saja si gundul merasa resah dan gundah. Betapa tidak, ketika kepalanya yang tidak berambut terasa terputar – putar maka bisa dirasakan segala ketombe dan pernak pernik aneh dikepalanya pasti akan ikut terbang. Sehingga membuat gundulnya menjadi semakin mengkilap. “Which is (not) good… “ sambil niru gaya agnes yang sok ke”english-english“an. 
Meski tidak bisa berbuat apa – apa, akhirnya si gundul memaksakan untuk merebahkan tubuhnya. Entah karena kasihan atau iba, “Which is good … “, sekali lagi meniru gaya agnes.  Si gejala pusing dan mual yang aneh karena timbul dan tenggelam tanpa permisi itu akhirnya pergi juga. Setelah lewat semalam penuh dengan mimpi – mimpi yang aneh, akhirnya si gundul bangun pagi dengan perasaan lumayan waras. Tidak berputar – putar seperti dremolem atau gangsingan, tapi tepatnya seperti orang bangun tidur. 
Dan disaat posting ini dibuat tampaknya si gundul sebenarnya masih kadang – kadang didatangi rasa pusing itu –meski hanya sedikit– tapi paling tidak dia telah mengetahui pencipta si biang kerok yang semalam mengganggu acara menonton indonesian idolnya. Semua karena timun yang terkandung dalam makanan kebab itu. Yak,sebagai penderita tekanan darah rendah si gundul melupakan pantangan untuk memakan makanan anti darah rendah itu. Pantas saja dia pusing, karena –mungkin– tekanan darahnya yang masih rendah akibat sakit demam beberapa hari yang lalu tentunya belum sembuh benar. Sehingga timun yang termakan olehnya malam tadi hanya membuat tekanan darahnya semakin turun. 

Arkanhendra

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: