Harta Karun Si Gundul

Alkisah hari itu jantung si gundul berdegup kencang. Adrenalin memburu nafasnya yang semakin terengah – engah. Segala sumpah serapah dilontarkannya pada udara yang kosong. Segala benda pun tidak luput dari amukan iblis yang menyeruak keluar dari jiwanya. Gelas – gelas kaca, piring – piring kertas, laptop, komputer, mouse, yang tertulis di selebaran sebuah pameran komputer dilemparkannya kesemua tempat. 


Dia tidak peduli apakah amukannya yang membabi hutan itu berguna atau tidak. Yang penting kini hanya harta karunnya itu yang berada di otaknya yang bebal. Sampai -sampai makan dan minum pun lupa. Semua untuk satu barang kecil bernama The Bald Head Treasure. 


The Bald Head Treasure, bukan seperti harta karun yang lain yang berisi emas, perak, tembaga, ataupun gulungan kitab jurus -jurus kuno yang diperebutkan seantero jagad persilatan. Harta karun ini hanyalah bernilai dimata si gundul. Akan tetapi jika jatuh ketangan orang lain maka akan dapat disalahgunakan. Seperti yang kita tahu, bahwa bom atom yang sebenarnya diperuntukkan kesejahteraan umat manusia namun ditangan militer akan menjadi alat pemusnah massal. Dan pastinya si gundul tidak mau kejadian penyalah gunaan itu terjadi untuk kesekian kalinya. 


Setelah akhirnya mencari dan mencari dalam keputus asaan. Meninggalkan segenap hati yang hilang, dan waktu yang telah terbuang. Akhirnya si gundul menyerah tanpa syarat, dia mengibarkan bendera putih sebagai wujud dari penyerahan dirinya ke ketidakmampuan. Dan berlalulah mimpi akan harta karunnya. Segala rasa yang tercurah dalam proses pencariannya yang tidaklah mudah hilang menguap dengan kesia-siaan. 


Kini waktu genap hampir 5 purnama setelah kejadian si gundul yang mengamuk. Kini hatinya sudah tenang dan dia sudah menyerahkan segalanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia sudah tidak lagi bernafsu seperti babi hutan waktu itu. Dia sudah tenang. 


Dan mungkin ketenangan dan keikhlasan itu adalah kunci yang utama untuk menemukan harta karunnya yang hilang. Memang bagi setiap orang yang mencari hal di dunia dengan nafsu dan emosi, pastinya Yang Diatas pun tidak akan membantu. Namun bagi setiap orang yang mau dengan ikhlas dan nerimo –kalo orang jawa bilang– pasti Yang Diatas tidak akan ragu untuk memberinya jalan. 


Akhirnya si gundul yang telah mengerti akan pentingnya keikhlasan dan ketenangan berhasil menemukan harta karunnya. Yang memang bagi sebagian orang tidak penting, namun memiliki arti lebih untuknya. Sebuah harta karun yang menyimpan identitas, menyimpan jati diri sebenarnya dari seorang manusia tanpa rambut dengan wajah yang melankolis dan melodramatic. 


Akhirnya dengan lega sebuah id card atau biasa disebut KTP telah kembali. Yak harta karun si gundul yang sempat membuatnya pontang panting ketika hilang adalah KTP. KTP itu ditemukan teronggok di bawah meja tempat kompi tersayangnya. Dan herannya si gundul yang selama ini menghabiskan waktu di depan kompi tersayangnya itu tidak sadar, bahwa harta karunnya selama ini berada dekat dengannya. 


Terbukti bukan bagaimana Sang Maha Tahu dapat dengan mudah membuat kita untuk “tidak tau” hal – hal kecil yang kadang ada disekitar kita. Mungkin itu sebabnya para pejabat dan bos -bos milyarder yang mencari ketenaran dan harta dengan nafsu dibuat lupa akan keadaan sekitarnya. Yang kadang menuntut membutuhkan bantuan keikhlasan dari mereka. 

Arkanhendra 
 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: