Yoni memilih Lingga mana yang terbaik.. ?

Cantik, sexy, anggun. 3 kata yang sering terlontar dari kata-kata para kaum Lingga, ketika melihat perwujudan dari Sang Yoni. Sang Yoni yang dimaksud adalah Miss Assoy. Seorang perempuan, berdarah indo-nesia. Bertubuh tinggi semampai, dengan warna kulit putih membungkus tulang-tulangnya yang juga putih pastinya.

Siang itu Miss Assoy berjalan hilir mudik seperti orang kebingungan. Dan keadaan itu membuat para petinggi kaum Lingga berusaha mengambil kesempatan untuk mendekatinya. Dengan berbekal kecerdasan dan otot, para petinggi itu berusaha memikat Perlambang Sang Yoni. Ada yang menggunakan trik pendekatan ala Sinbad pelaut legendaris dari negeri seribu malam. Trik Flirting Wasiat Attila The Hun yang sangat jago “merobek” apapun. Sampai jurus rabaan sakti gubahan barda mandrawata, pendekar buta dari goa hantu. Semua keahlian mereka dipertaruhkan, demi mendapat perhatian dari sang idaman.

Namun sayang seribu sayang ketika cinta tak harus memiliki, hati tak dapat dibeli. Ya, dari sekian banyak Petinggi kaum Lingga, tidak satupun yang mampu membuat Miss Assoy tersenyum atau bahkan melabuhkan hatinya barang sesaat. Mereka semua dibuat stress dan kalut. Mereka semua merasa percuma hidup didunia ini. Mereka telah memvonis diri mereka sendiri, dengan sangat kejam. “Dasar Banci!! ” , yah itulah sedikit umpatan diantara beribu kata-kata kasar yang terlintas dan terucap.

Sampai datang satu orang dari kasta sudra kaum Lingga. Sebuah kasta buangan, sebuah kasta budak. Orang tersebut bernama Raden Ablegh. Meski menggunakan gelar kebangsawaan, namun jika berasal dari kasta yang berposisikan buncit dalam strata masyarakat apalah artinya. Sang Pangeran dari kasta buangan inilah yang akhirnya mampu membeku dan kemudian memanaskan hati Miss Assoy. Mampu menghentikan kegalauannya. Dan dalam waktu bersamaan mengubahnya menjadi tawa nan ceria.

Sang Pangeran misterius ini, telah mengalahkan semua petinggi dari kaum Lingga. Telah mengalahkan semua kecerdasan yang dimiliki dan otot yang terlatih. Bukan karena dia hebat, bukan karena dia dewa. Semua itu terjadi hanya karena Sang Yonilah yang memilihnya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: