Catatan harian seorang malaikat

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/fa-xLY5WEOU" width="425" height="350" wmode="transparent" /]

Suatu pagi sedang mencari kabar terbaru dari dunia bawah. Sebuah dunia ciptaan Sang Bos tempat aku bekerja. Sebuah dunia yang penuh dengan kehidupan. Sebuah dunia dimana aku dipekerjakan. Dan nantinya diberhentikan jika waktunya tiba.

Dunia kali ini yang kudatangi adalah dunia mortal. Dunia dimana mahluk bernama manusia hidup. Dunia yang selalu membuatku sibuk. Dunia yang menjadi ajang pertempuran rivalitasku dengan si iblis. Untuk sekedar meloloskan hidupnya dari hukuman, dengan menghasut para mahluk lemah yang tinggal didalamnya. Baik lemah terhadap dirinya sendiri, sesama manusia atau makhluk lainnya. Karena mereka cenderung menggunakan logikanya. Cenderung tidak bisa mengontrol egonya. Tidak melihat lebih dekat, tidak mendengar lebih jelas, dan tidak merenung lebih dalam. Karena itulah kadang aku sulit membantu mereka.

Namun pada suatu kali kesempatan,aku menemukan sesuatu hal yang sangat jarang kutemui. Aku melihat bagaimana jika setiap manusia lebih mau melihat , mendengar dan merenung. Pastinya tidak akan ada perang, kelaparan, kematian yang tak diharapkan, dsb.

Disuatu negara yang kebetulan kudatangi ,ada seorang anak kecil berumur 6 tahun yang mampu menggetarkan dunia, lewat suaranya. Suara yang mampu membuat manusia lain yang mendengarkannya meneteskan airmata. Sosok mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibanding dengan mahluk ciptaannya yang lain. Termasuk aku.

Dengan suaranya yang indah dia mampu menghibur orang lain, sampai aku pun larut dalam keluguan dan kepolosannya. Alangkah indahnya jika para manusia itu, bisa mendengar dengan suara hatinya. Pastinya akupun tidak perlu capek-capek bersaing dengan rivalku sang iblis. Rivalitas abadi yang akan mendampingi perjalanan setiap manusia.

Diiringi pianis yang penuh dengan kekurangan, namun kaya akan bakat dan semangat. Memang permainannya tidak hebat jika dibandingkan para pianis-pianis kenamaan. Tapi melalui jari- jari lentiknya, dia juga mampu menggetarkan hati sesama mahluknya.

Pertunjukkan kedua bintang cilik yang menawan itu berakhir dengan kecupan sayang dari sang vokalis kepada sang pianis. Dan meski dia tidak bisa melihat atau memperlihatkan kebahagiannya, aku tahu dia bahagia jauh dilubuk hatinya.

“Hanya doa kepada Yang Diatas Segalanya, agar kedua anak ini menjadi cerminan kasih di dunia ini. ”
“Dan kuharap para manusia itu lebih mau memberikan kesempatan untuk dirinya sendiri agar mendapatkan bantuanku. “

  1. mendengar, melihat, merenung…
    kyknya 3 hal itu yg plg pnting ya, mas…🙂

    betul sekali… ^_^ gimana ko ga jadi off ? katanya mo off dlu ?? wkwkkwk:mrgreen:

  2. Membaca artikel ini jadi teringat dengan novelnya Arswendo “Kau Memanggilku Malaikat”. Sudut penceritaan yang tak begitu mudah.

    Menurut saya, pertempuran, chaos, memang alamiahnya dunia, dalam perjalanan mencapai pencerahan, damai. Cahaya hanya mungkin mencerahkan jika ada gelap. Sedangkan malaikat dan iblis, bisa dipandang sebagai simbol dari dua unsur yang memungkinkan pencerahan ada. Jika iblis tak pernah ada, maka pencerahan tak mungkin, begitu juga sebaliknya.

    Cerah dan tercerah dua hal berbeda. Tercerah hanya mungkin terjadi pada bidang gelap.

    Nice esay, kawan😉

    wah matur nuwun bos,, jadi gimana gitu diingetin ma tempatnya arswendo..😀

  3. Aku melihat bagaimana jika setiap manusia lebih mau melihat , mendengar dan merenung. Pastinya tidak akan ada perang, kelaparan, kematian yang tak diharapkan

    SETUJU DG KALIMAT INI,
    mapukah semua manusia melakukannya dg baik!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: