Obrolan para “mafia”.

Suatu hari disebuah warung burjo –sering bener kejadian disini– didekat satu sekolah negeri di jogja. Terdapat 4 anak muda sedang bercengkerama, alias nongkrong2. Setelah kuparkir motor didepan warung dan menunggu pesanan berupa secangkir vanila latte dan 4 biji rokok bermerek J….M super. Sebuah paket hemat ala pemuda diumur 20-an yg masih belum mapan, untuk mengisi waktu luang.

Pada awalnya perbincangan diwarung tersebut berjalan lumrah dan biasa saja. Darah muda yg identik dengan adrenalin yg mampu berubah2 setiap waktu tidak terlalu mengganggu. Keasyikan privasi kami terjaga dengan sendirinya. Namun ternyata suasana damai itu tidak berjalan lama. Beberapa waktu setelah aku dan temanku datang, suasana damai tidak saling mengganggu telah ternodai.

Sang tersangka yg menodai indahnya sore itu adalah 4 anak muda yg mulai mengeluarkan aura yg mengusik kejantanan kami. Peristiwa penodaan itu berawal dari ketika salah satu dari mereka mengomentari tentang suatu hal. Bukan karena objek yg mereka bicarakan aku dan temanku terusik, namun lebih pada gaya bicara mereka. Mendadak hati kami seperti tersentil, tercolek, karena cara mereka berbicara.

Gaya bicara sok angkuh, sok preman, sok raja jalanan, sok hebat. Gaya bicara itu telah sukses membuat kami yg semula tenang menjadi terusik. Kami menjadi merasa harus mengamati mereka. Mengamati pembicaraan mereka untuk beberapa waktu. Mulai dari perbincangan kelas standar para cowo2 sampai kelas diatas standar kami amati. Dari cewe2 yg mereka bincangkan hanya karena mereka tidak berani berkenalan sampai para cupu yg sering mereka jadikan bahan cercaan.

Yak kami amati semua, mengapa kami menjadi begitu tidak ada kerjaan ? jawaban pertanyaan itu hanya satu. Kami merasa apa yg mereka bicarakan hanyalah suatu wujud dari perasaan tidak mau kalah mereka. Perasaan bahwa jika aku tidak terlihat garang dan preman maka aku akan masuk dalam lingkup dunia cupu yg sering jadi bahan tertawaan. Meski aku harus berbohong dari pernah dikejar dan dihajar 10 polisi sampai cerita palsu ketika aku mendatangi suatu gank sekolah dengan 3 orang temanku dibasecamp mereka. Aku tidak peduli sampai sejauh mana aku berbohong yg penting aku tidak disebut para cupu2 yg menyedihkan. Dan harapanku para cewe akan mulai melirik padaku. Because i’m a bad boy dude !!

Namun pada ending perbincangan mereka terjadi hal yg mau tidak mau mengubah rasa kasihan kami menjadi rasa geli. Yak syaraf tertawa kami terusik oleh perkataan salah satu anak yg mungkin kami lihat paling sukses memperlihatkan ke”jago”annya. “aku loro asma e… ” –sambil menghisap rokoknya dalam2–
Yah pernyataan itu membuatku geli.

Seorang jagoan sekolah yg ditakuti, yg sering lolos dari lubang jarum, yg dengan berani menghadapi 1 gank hanya ditemani 3 orang temannya merupakan penderita asma. Seorang jagoan hebat –dari ceritanya– sering mengalami kesulitan dalam bernafas. Mau tidak mau saya tanyakan pada teman saya, “dab lha nek(kalau) arep(mau) maju tawur asma ne kambuh pie yo ? ra(ngga) iso(bisa) mbayangke(membayangkan) aku …” dan tanpa sadar kami berdua tertawa keras sekali. Saking kerasnya ke4 anak itu menengok kearah kami, dan menatap kami dengan tatapan harimau mereka.

Sayang tatapan harimau itu hanya berhasil bertahan kurang dari satu menit. Karena setelah kubalas menatap mereka satu persatu. Tatapan harimau yg siap menerkam siapapun mangsanya berubah menjadi tatapan kelinci yg imut dan lucu, yg membuatku tertawa semakin keras. “muahahahahahahahha…..”, “oalah le.. le.. wong tuo mu nyekolahke kowe ki ra nggo dadi gentho.. !!”
(aduh dek… dek… orang tua mu mensekolahkan kamu itu bukan untuk jadi preman.. !!)

  1. hahaha…
    ternyata preman sekolah bisa KO jg oleh asma ya….😀

    bukannya preman van,….. tapi sok preman, beda loh …:mrgreen:

  2. hyaaah, ngtawain penderita asma dia!

    si adek juga udah tau asma masih ngrokok.. ngrokok dapat mnyebabkan kanker dan impotensi, dek..🙂

    wkwkwkwk bukane penderita asma yg tak ketawain, tapi si adek yg sok preman yg tak ketawain…. ngrokok ?? *kesindir..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: