Balada Uang

Uang sebagai alat petukaran, memiliki nominal yg bervariasi. Menurut sejarahnya sebelum mengenal uang, para leluhur kita –para manusia benua atlantis (*mungkin)– melakukan pertukaran dengan barang, yaitu barter. Setelah proses barter dinilai kurang optimal lalu dengan bekal kepandaiannya para manusia mengganti dengan sesuatu yg berwujud benda yg bernilai. Emas dan perak kala itu menjadi salah satu alat untuk berdagang. Teringat beberapa film yg mengisahkan tentang kehidupan di masa lalu. Pada masa raja2 dan ksatria –bener2 ksatria baik fisik maupun mental–

Memasuki zaman yg lebih modern lagi, manusia merasa kehadiran emas dan perak kurang efektif sehingga memikirkan cara untuk membuat alau tukar yg lebih wahid. Akhirnya setelah mengalami meditasi dan perenungan, dipustuskannyalah adanya uang. Dengan menggunakan kertas sebagai bahan dasar, uang menjadi salah satu alat tukar paling fenomenal.

Fenomenalnya uang karena alat tukar ini tidak hanya mempengaruhi dunia dengan kehadirannya –kemajuan zaman– . Namun juga mempengaruhi manusia pembuatnya secara mental atau psikologis. Begitu hebatnya uang, seketika dia diciptakan membuat munculnya aliran kepercayaan baru alias agama baru –kalo dilihat dari konsep penuhanannya–

Uang menjadi Tuhan baru, selain Allah, Alloh, Yahwe, God, atau yg lainnya.

Aliran agama yg menuhankan uang dan menganggap uang sebagai tujuan yg utama manusia hidup semakin lama semakin berkembang tanpa disadari. Dan anehnya seiring perkembangan jaman keadaan ini semakin memperkuat “keimanan” mereka terhadap uang.

Banyak aliran kepercayaan baru tumbang, dari yg hanya terbuka kedoknya, sampai yg telah dilarang. Namun tidak untuk aliran agama ini. Dengan kekuatan magisnya dia mampu menyusup kesetiap manusia didunia, baik secara sadar dan real (nyata) maupun secara tak sadar dan imaginer (tidak nyata).

Begitu hebatnya uang, sampai bahkan mampu mengalahkan agama2 besar didunia seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong hu cu, atau yg lainnya. Hanya segelintir orang jika dibandingkan dengan seluruh dunia memang sungguh tidak adil. Penganut agama baru ini tersebar dari segala kalangan. Segala umur, usia, ras, jenis kelamin, dll.

Apabila dalam agama lain ada konsep dosa dan pahala, surga dan neraka, dalam agama yg menuhankan uang ini, menyebarkan konsep miskin dan kaya. Dimana Miskin sebagai analog dari dosa, kaya sebagai analog dari pahala. Makmur sebagai analog dari surga sedang merana atau melarat sebagai analog dari neraka.

Memang, akan banyak orang yg menyangkal, dan tidak mau mengakui dengan “jujur”. Karena sifat egoisitas manusia yg kadang menomersatukan logika daripada rasa. Ironis bukan ketika sesuatu hal yg kita cipta telah menjadi Tuhan yg kita sembah.

“Tidak saya pungkiri bahwa saya juga termasuk penganut agama itu. Saya juga secara tidak sadar menuhankan uang, dan apabila anda menanyakan pada saya, jawaban saya pasti akan beraneka ragam, dan kesemuanya hanyalah upaya bela diri. ”

” Jauh didasar hati saya tahu bahwa uang hanya sekedar alat, yg kita cipta untuk bersyukur atas karunia yg diberikan oleh Allah, yaitu akal pikiran. Dan posisi uang seharusnya tidak lebih dari itu. ”

” Hanya sekedar coretan untuk pengingat, bahwa uang bukan tujuan utama, meski dengan uang kita bisa miliki segalanya –dalam pandangan umum– “

    • tary
    • February 14th, 2010

    prihatin mas sama orang2 yang memuja uang di atas segalanya. semoga kita terhindar dari sifat2 buruk seperti itu.

    bener mbk tary ,,, emg kita perlu uang tapi ya ga sampe segitunya bgt.. jangan ampe disamain ma Tuhan tuh duit.😦
    aminn dah mbk.. tq 4 coming ..😀

  1. kdg2 ada hal tertentu yg gak bisa dibeli dg uang ya, mas…🙂

    yup betul skali van, meski uang hampir paling berpengaruh tapi tetep tidak disemua hal..😀

  2. Money is not everything but everything without money is nothing. tul ga mas? salam kenal juga dari jogja ya mas!

    woo anak jogja jua toh ?? salam kenal balik .. he2:mrgreen:

  3. sy lagi ngarep hujan duit depan rumah, mas😛

    wah nek itu saya juga mah mau..:mrgreen:

  4. dooh..
    ad ksalahan pas sy moderasi komen mas, dan (keselnya) komenmu khapus..
    mohon maaf y..

    ayo komen lagi..:mrgreen:

    ohh nooooo , tidakkkkk *ngambek wkwkwkwkkw

  5. yoi saya juga anak jogja,,mantan maksudnya,,tapi insyaallah akan kembali lagi ke jogja, hehe..

    wah2 senengnya tambah kenalan… he2 weh emg dmana skrag ??

  6. money is devil or angle.. tinggal kita milih yg mana, hampis sama postingan gw bulan lalu>. hehehe

    jujur mbak ane ga kopas ko… ane ja ga tau mbk pernah bikin, *takut kena timpuk

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: