DOES MALAYSIA MEANS MALINGSIA ?

Saya senang menyebut orang indonesia sebagai Indonesse dan orang malaysia sebagai Malaynesse. Mengapa saya menggunakan 2 kata yg hampir mirip meski –mungkin– tidak sesuai kaidah bahasa manusia yg baik dan benar. Maklum emang belum lama saya menyadari bahwa diri saya adalah sosok manusia, suatu mahluk ciptaan Tuhan yg paling sempurna.

Back to the Indonesse and Malaynesse, salah satu alasan saya yg lain adalah, kedua bangsa ini merupakan bangsa yg identik. Yah identik baik dari fisik maupun secara mental. *bagian mental masih dalam perkembangan, mengingat dana penelitian yg seret keluar, jadi harap maklum*
Namun apakah benar bahwa kedua bangsa ini identik ? mari kita ke Teee Kaaaaa Peeeee …!!! ==> OVJ mode ON
——————————————————————

Pulau Ambalat.
Reog.
Batik.
Manohara. (*)masih dipertanyakan

Yap 3 hal yg tentunya masih hangat dibicarakan dikalangan masyarakat kita. Pada ketiga kasus tsb, sang tetangga betul2 sudah kelewatan. Apalagi ditambah tindakan pemerintah yg cenderung “cool”. Pemerintah yg seharusnya mampu bertindak tegas malahan bertindak biasa2 saja.

Yah mungkin memang mirip seh dengan kelakuan bangsa kita yg “itu” *ga mau sebut merk . Yg dipenjara dalam sangkar emas, yg over-pede dengan jalan2 pake mobil “mewah” dinas. Yg kalau belanja suka gesek2. Yg kalau bete sama pemaen golf trus dibunuh. Pokoknya para perampok berdasi itulah… *akhirnya jujur dan sebut merk juga

Saya sebenernya juga ga begitu suka dengan kelakuan mereka yg beberapa waktu lalu itu. Kelakuan mereka yg mengakui beberapa budaya kita. Namun sebagai Bangsa yg katanya “Bangsa Besar” kita harus mau memaafkan dan berjiwa besar.

Apalagi sebenarnya apa yg dilakukan para tetangga kita itu juga bukan dosa. Kalau dilihat dari sudut pandang para wayang, batik dan reog, –kalo para budaya2 ini dikasih nyawa dan bisa bicara– tentunya yg tetangga kita itu lakukan malahan sangat membahagiakan, dan sangat membantu. Karena mereka membuat terkenal para budaya2 itu, di MATA DUNIA !! hebat nggak ?

Coba sekarang anda bayangkan, jika ada orang asing yg mau ngorbitin anda jadi artis internasional apa yg anda lakukan? apakah anda akan marah? atau anda malah berterima kasih? ketika production house lokal yg anda harap2kan tidak kunjung mengorbitkan anda menjadi artis, bahkan cenderung nyuekin anda, *kalau saya mah sebel pisan !

Lalu kenapa anda harus merasa marah, ketika budaya kita diakui bangsa lain, sedangkan pengakuan yg mungkin ditunggu2 oleh para budaya2 itu tidak kunjung mereka dapatkan dari kita?

Did us really had to be angry for what they do to our culture ?

  1. hati2 loh bikin posting…
    bisa brantem ntr

    he2 coba dh dibaca lagi, kayae ga terlalu tajem ko, cuman membahas yg hangat2 terjadi aja…
    dan judulnya pun intinya menanyakan, apakah benar kita mengatakan mereka maling jika masih banyak bangsa kita yg juga sama bahkan lebih parah… so thanks 4 the attention

    • mala
    • January 30th, 2010

    kadang biar sebel qta harus bterima kasih sama para maling.. kalo nggak gitu kapan bapak2 itu mau ngurus batik, dkk supaya jadi mutlak punya qta..😀

    setujuhhh, ini nih yg gw kamsod !! eh maksod… wahahahahahhh:mrgreen:

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: