Pak Nung Edyan, Wong nGgunung Teladan

Pagi itu pak nung berangkat ke bandara untuk membeli baju disingapur. Bukan untuk persiapan menyambut indonesian idol,atau bahkan menyambut piala dunia 2010. Pak nung tidak punya cukup mental untuk menjadi idolanya indonesia, dan tidak terlalu menyukai olahraga sepakbola yg sangat digandrungi manusia sedunia.

Pak nung hanya wong cilik yg dapet berkah jadi wong gedhen, dan merasa cukup menjadi seorang kepala daerah dan bukan seorang presiden.

Karena buat pak nung lebih baik mengurusi daerah daripada negara, karena sudah takdirnya sebagai turunan dari orang gunungnya atlantis yg notabene tinggal didaerah gunung saja.

Dan bukan orang atlantisnya,yg terkenal pandai dan cerdas2.
Jadi ya di pilkadalah pak nung ingin mengabdikan sisa hidupnya kembali ke daerahnya. Mulih ndeso ,mbangun ndeso (kata seorang kepala daerah yg saya lupa namanya)

Yah dengan segala persiapan, seperti jaket kulit yg tebal, lengkap berisikan visa, paspor dan tiket pesawat. Jam tangan Durex yg plastical made. Rambut klimis di semir hitam , agar nanti disingapur pak nung ndak disamakan sama mbah2 ketika masuk ke bagian baju2 abg. Karena janjinya untuk membelikan sekretaris2nya yg nota bene masih muda dan agresif.

Celana jins agak kombrong dikakinya, memperlihatkan agar pak nung masih punya kesempatan untuk mempunyai anak indo, yg kelak minimal bisa jadi artis sinetron di indonesia. Meski tujuan utamanya perbaikan keturunan, namun sang pasangan nantinya ndak perlu tau, hanya cukup mlumaho lan merem meleko. (terlentanglah dan berkedip2lah)

Tidak lupa buku setebal 80 halaman berukuran 20 x 18 cm berjudul, “Sembuhkan Dunia melalui Pemikiranmu” dengan harap buku itu akan mampu membawa pak nung mengubah dunia di kampung halaman pak nung yg cenderung terbelakang. Gedung sekolah yg cenderung terbelakang dibanding Gedung perkantoran, pasar tradisional yg cenderung terbelakang dibanding deretan mall yg ramai.

Dan sampai orang2nya yg sangat terbelakang, seperti orang2 miskin dijalan yg kadang jadi bumbu masakan karena dipotong dan dicacah2, orang2 yg setiap dikasih pertanyaan yg sulit langsung lompat dari mall, ketika ndak bisa njawab.

Orang terbelakang yg ngomong cas cis cus biar dilihat orang banyak, meski didalam kepalanya hanya ada kata2 “duit, rating, tipi, terkenal.” Paling tidak dengan membaca buku itu minimal pak nung terlihat memiliki social aware yg sangat tinggi.

Setelah menunggu selama 10 menit terdengar panggilan bahwa pesawat yg akan membawa pak nung mengembara ke negeri singapura akan berangkat. Membawa pak nung sang penyelamat devisa negara tetangga.

Agar ketika pulang ketanah airnya pak nung dinobatkan menjadi pahlawan bangsa lain sehingga jalan untuk menjadi seorang kepala daerah akan sukses. Seperti wanti2 ibunya saat sebelum meninggal, “le suk mben dadio wong sing pener, sing migunani maring wong liyan, ojo mikir awakmu dewe, yo le yoo?” yg artinya “nak, besok jadilah orang yg benar, yg berguna bagi orang lain, jangan memikirkan dirimu sendiri, ya nak ya ?”

Melalui nasihat ibunya itulah sekarang pak nung sudah menjadi orang, orang yg berguna bagi orang lain. Selama menjabat menjadi kepala daerah dikampung halamannya, pak nung selalu memberi bantuan pada orang lain. Tidak sedikit para bankir, para pedagang, bisnisman yg menjadi sukses dan kaya setelah diberi kayu, hewan2 yg unik, minyak dan gas.

Sampai2 gunung uranium yg bisa buat bikin nuklir, dipapras (dipotong melintang) oleh pak nung dan dipersembahkan pada seorang pengusaha bernama Raden Priportno. Memang tidak pernah sedikitpun pak nung memikirkan dirinya dan bangsanya sendiri.

Karena dia tahu dirinya adalah keturunan bangsa yg hebat dan besar, dan bangsa yg hebat dan besar tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, dan akan selalu menolong bangsa lain yg membutuhkan. “Ibu mesthi seneng mbek opo2 sik tak lakokke !”(ibu pasti senang dengan semua yg kulakukan).

  1. cerita yang menarik.

    Hidup itu memang bukan untuk kita sendiri.

    semoga sukses mas dengan apa yang mas cita2kan🙂

    terima kasih mell … ^_^ wish u all d’best 2 ya???

  2. salam buat pak nung ya, mas….🙂
    btw, theme-nya ganti lg ya?
    ganti2 muluw nih😀

    wakakakk ane kan moody, jadi bbrapa waktu harus ganti theme,:mrgreen:
    ok ntar tak salamin😛

    • tary
    • January 27th, 2010

    pagi mas, heheh
    salut buat pak nung yah

    pagi juga…. ha2 jangan cuman pak nungnya donk??:mrgreen:

    • mala
    • January 27th, 2010

    perlu b-kali2 baca, mas..
    baca-nya loncat2 pula..
    spacenya tlalu rapet, nggak bagus buat mata minus-silinderq, he..

    makin mantap gaya nulismu😀

    ha2 maap dh buu… ntar kapan tak space double buat ente,..:mrgreen:

  3. Fantastic post, I really like your style.

    thanks 4 visiting,..😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: