Kisah Marjoko dan Suprawanto

“kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku”

“Weh-weh lagi kasmaran po dab?” kata seorang pria berambut jarang berwajah garang, tapi bukan preman bernama Marjoko sang penjual angkringan.
“hehe.. ga ko mas, mung persiapan je, kita kan mau ngikut indonesian dodol.” jawab Suprawanto seorang yg dari kondisi kejiwaannya masih cukup normal untuk diserahi tugas menjadi seorang tukang parkir.
“we e e e e, edyan tenan ! sudah siap toh bos ?” –marjoko terkaget2 mendengar penjelasan suprawanto–
“siap gimana mas ?” –sambil membantu seorang bapak2 memarkirkan motornya–
“yo siap jadi artis to, pie je ?” –sambil merogoh2 saku untuk mencari rokok sam soe nya, sebagai teman ngobrol yg setia–
“waduh mas menang aja belum ko udah persiapan jadi artis ?” –suprawanto tersenyum simpul sambil garuk2 kepala–
“wah jan,lha gimana to ? ko malah minder, suarane njenengan itu sekelas pasak ungu lho” –marjoko mengatakan dengan nada bangga seolah dia berteman akrab dengan artis yg dimaksud–
“ealah, emang obat kuat ko pake pasak ungu segala ?” –sambil tersenyum suprawanto menghisap rokok bermerk cerutu magelangnya yg didapatnya dari tetangganya yg pulang dari surabaya–
“lho, dasar katrok, bukan obat kuat, itu lo artis yg sering nongol ditipi yg pernah ketauan ciuman sama arisan subar ndono terus ndene.” –jawab marjoko sekenanya–
“oalah, iya2 lha namanya mirip obat kuat yg dijual sama si romo gayeng keturunan mak erot, tak pikir yo obat kuat”
“lah nek itu kan pasha ungu, ini yg pasak ungu artis ganteng, tapi duda”
“o iya2, wah tapi nek mirip yo ga lah mas, lha wong suara saya kembang kempis, masa disamain sama vokalis band ternama ?”
“loh ga masalah, sik penting kan sama le duda to ? lagian paling ga bisa nampil di tipi mas, menang kalah urusan ntar..”

“iyae mas sebenere pengin juga ikut, tapi …” –sesaat suprawanto ragu2–
“nah maka dari itu ndaftar aja, lumayan mas”
“tapi aku kan cuman tukang parkir, masa bisa menang ? saingane berat mas ada yg penyanyi kafe, ada yg anak penyanyi kondang, ada yg anak sinden, wah mimpi mas nek bisa menang”
“loh mas senjatane wong cilik itu kalo ndak mimpi terus apa ? nek mau dapat sesuatu ya pertama mimpi sik, masalah menang atau ngga itu udah ada yg ngatur.”

Percakapan antara seorang tukang parkir dan penjual angkringan diatas sejenak merefleksikan keadaan masyarakat disekitar kita. Bagaimana sebuah kontes untuk mencari idola baru di indonesia, dilihat sebagai salah satu jalan bagi mereka yg kurang beruntung untuk merubah nasibnya.

Suatu obrolan sore dipinggir jalan itu menunjukkan bahwa bagi masyarakat kecil, mimpi adalah segalanya. Berbeda dengan anggota masyarakat lain yg memandang remeh tentang mimpi ini, mengingat mereka diberi anugrah dan karunia berupa kehidupan yg berkecukupan. Waktu ingin liburan cukup pergi ke itali. Lagi hujan cukup ada Audi TT yg bisa membawa mereka jalan2. Bahkan hanya untuk minumpun mereka cukup berkunjung ke restoran kelas atas.

  1. pertamaaaaaaaax duyu ah

    matur nuwun mas….:mrgreen:

  2. bermimpilah engkau setinggi langit, dan bila seandainya jatuh engkau akan berada diantara bintang2, begitu kata pepatah orang bijak…
    selagi kita masih diberi kesempatan utk merubah nasib menjadi lebih baik, kenapa ga dicoba saja..

    yha nek masih ada mimpi masih ada peluang buat lebih baik.. he2 sangat stujuh boss.. ^_^

  3. heeeeee… ada lagunya sherina jg disini..🙂

    weww penggemar sherina juga ni??

    • mala
    • January 27th, 2010

    ti2p pesen sama si suprawanto..
    buruan daptar indonesian idol-nya..😀

    kayae udah tuh, tapi udah ditolak..:mrgreen: bis dia daftar cuman pake clana kolor

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: