Belajar dari Shinta, Rama dan Rahwana

Siapa yg tidak kenal dewi cantik, salah satu tokoh pada pewayangan Ramayana bernama Dewi Shinta. Sebagai salah satu tokoh wayang, Dewi Shinta sudah layaknya artis macam dian sastro atau luna maya . Hampir setiap insan pewayangan dan pedalangan mengenalnya. Sosok perempuan idaman setiap pria.

Namun sayang sebagai sosok idaman Dewi Shinta sudah tidak bisa dimiliki lelaki lain mengingat statusnya yg wanita beristri. Adalah Prabu Rama, pangeran ganteng, dan ahli pemanah yg telah meng”hak”i sang dewi, melalui hubungan pernikahan. Wajah dewi yg cantik tentunya menjadi salah satu alasan mengapa Prabu Rama sangat mencintainya . Mungkin hal ini pula yg membuat seorang Rahwana bernafsu memilikinya tanpa melihat statusnya. Ternyata benar bahwa Cinta itu Buta.

Selama kurang lebih 12 tahun, sang dewi dipisahkan dari sang suami tercinta. Dan dapat dibayangkan betapa menyedihkannya itu. Betapa menyesakkannya dipisahkan dari sang suami dalam waktu yg lama. Tentunya hal yg menyedihkan juga dirasakan oleh sang suami, Prabu Rama. Selama 12 tahun mencari dan terus mencari, dengan segala kebimbangan dan ketakutan bahwa sang istri telah dibawa lari tentunya api cemburu sudah berkobar-kobar dalam benak sang Prabu. Mending sama sesama Pangeran, lah ini sama raksasa je, ckckck. Itulah ungkapan hati sang pangeran yg dituliskan lewat salah satu blog pribadinya, RamaGaul.blogdetik.com

Ketika akhirnya kedua pasangan suami istri itu dipertemukan, timbul perasaan curiga yg berlebihan datang merasuki Prabu Rama, apakah benar selama 12 tahun hidup bersama sang penculik sang dewi masih suci ? Suatu kekhawatiran berlebihan mengingat kesetiaan sang dewi yg sudah tidak perlu dipertanyakan.

Sebagai seorang pria adakalanya harus bercermin kedalam diri sendiri, jika kita tidak mempercayai istri /pasangan kita bagaimana mungkin mereka mau mempercayai kita –meski dalam kasus ini sang dewi dengan sangat mulia justru tidak mencurigai kesucian dari sang Prabu sendiri– Mungkin hal inilah penyebab semakin maraknya perceraian dikalangan pasangan modern. Mosi Ketidakpercayaan.

Akhirnya demi bukti cinta dan kesuciannya sang dewi rela dibakar di api yg berkobar. Karena tersentuh oleh keteguhannya, para dewa pun turun tangan untuk menolongnya. Mungkin hal yg serupa terjadi ketika sang Dewi Lobi Artalita diberikan fasilitas dalam penjara yg menyesakkan. Tapi disini para dewa tidak mungkin tersentuh oleh keteguhan, namun oleh uangnya –mengingat dia adalah sang dewi lobi– Dan sebagai buktinya sang dewi pun tidak mati. Meski jika kita lihat dengan logika tidak mungkin manusia bisa hidup setelah dibakar hidup-hidup. Layaknya artalita , tidak mungkin ada orang yg bahagia dipenjara kecuali penjaranya mirip hotel.

Buat saya, justru pujian harus ditujukan pada Rahwana, yg meski dia seorang raksasa, yg selalu digambarkan jahat. Namun selama 12 tahun masa penculikan tidak sedikitpun dia menyentuh sang dewi. Meski dengan kekuasannya dia mampu melakukan lebih. Dia setia menunggu dan merayu sang dewi untuk mau menerimanya. Dijaman sekarang mana ada pria gentlemen seperti rahwana yg mau menjaga kesucian seorang gadis yg diculik dan dibawa kedaerah kekuasaannya tanpa sedikitpun dinodai selama 12 tahun. Boro -boro 12 tahun, baru setengah jam kenal cewe yg cantik pasti pikiran udah ngelantur kemana-mana. Dan kalau ada kesempatan, yah gitu deh, ibarat gawang, pasti sudah bobol apalagi ceweknya secantik dewi shinta, wah pasti sudah terjadi hujan gol.

  1. pasti nunggu 12 taun si rahwana ngarep lebih tuh..
    makanya bela2in😛

    ya iyalah org dewi shintanya ceritanya cuakep bener,,,😆
    jadilah si rahwana mupeng kuadrat.. !! wakakakkk:mrgreen:

  2. aku suka cerita berlatar pewayangan. tapi aku sulit mengingat tokoh-tokohnya. ada saran agar melekat di kepalaku?

    wogh pastinya ada to, mbakayune… liat aja wajah ane itu gabungan dari 3 tokoh wayank : rahwana, anoman dan harjuna… wakakkk:mrgreen: matur nuwun atas kunjungane…

  3. keren postingannya nih, mas….
    bnyk nilai filosofinya….
    menggabungkan cerita pewayangan dg cerita gawang…….hahaha

    wah ente ada2 aje .. mana ada cerita gawang…???

  4. Kecurigaan, asumsi, memang kadang bisa begitu kuat sampai mengacaukan akal sehat.

    wah bung joblesss akhire nyampe kermuah ane … he2 matur tenkyu bung

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: