Reality Show Usil dan Artis

Akhir-akhir ini kita sering melihat dalam beberapa stasiun tivi terdapat acara baru. Yang namanya acara tivi tentu saja tidak lepas dari para artis, baik yg di ibukota maupun daerah. Baik artis dalam bidang akting, tarik suara, maupun artis “dadakan” lainnya. 


Acara yg dimaksud berkonsep sebuah reality show yg salah satunya mengerjai para bintang layar tivi. Sebenarnya acara ini sudah bukan terobosan baru, mengingat pada beberapa tahun yg lalu sudah diadakan acara-acara serupa. Pada setiap episode yg ditayangkan, begitu banyak skenario yg dibuat dan direncanakan untuk menjebak sang artis. Dari begitu banyaknya cara yg berbeda-beda yg ditampilkan untuk mendapatkan adegan yg klimaks, tentu saja pujian dan ucapan selamat harus kita berikan pada para tim kreatifnya. Demi mengejar dateline yg  singkat mereka harus mengorganisir begitu banyak skenario yg terjadi, dan improvement merupakan hal yg wajib mereka lakukan demi persaingan dalam rating acara. 


Hal yg menarik yg dapat kita ambil sebagai point penting adalah dari pihak si artis sebagai objek penderita. Bagaimana lucunya mereka karena dengan semakin banyaknya acara yg bermodel sama , masih saja ada juga artis yg terjebak. Padahal jika kita lihat lagi, para pelaku penjebak bukanlah orang-orang yg asing. Hampir dari setiap mereka sering nongol di beberapa acara serupa. Dan jika kita lihat lagi modus operandi yg dijalankan,pasti hampir serupa, yaitu mereka selalu berakting seperti orang yg menyebalkan dan aneh. 

Kejadian yg janggal terjadi ketika mengapa dengan modus operandi yg hampir setiap kali sama, –meski dengan treatment yg berbeda– selalu saja ada artis yg terjebak. Apakah terlalu sibuknya mereka, TV dirumah mereka hanya beralih peran menjadi hiasan demi mendukung status quo ??–asli ane juga bingung kenapa muncul ungkapan macem status quo–  
Yg berakibat seringnya mereka kena dikerjain, bahkan ada yg sampe 2kali 

Yah dari sini kita dapat berkaca, menjadi artis tidaklah seenak yg kita bayangkan, sebagai artis kita harus siap untuk ditertawakan, dihujat, dikerjain, dan di- yg lain-lain. Termasuk pula untuk tidak bisa menikmati semua acara TV yg mungkin kita bintangi sendiri. Lalu jika kenyataan berkata seperti itu, masih mau kah anda menjadi artis? Sudah siapkah anda ketika anda dikerjain lalu anda tidak bisa menahan amarah , yg akan berakibat pada turunnya pamor anda? 

Namun sungguh anti klimaks ketika kita tahu bahwa demi rating, apakah YA, artis itu benar-benar terjebak? atau itu hanya sekedar akting belaka demi menaikkan rating acara bersangkutan?? Karena, tentu saja bukan sebuah hal yg baru bagi mereka untuk beraksi seperti orang yg dikerjai, bahkan mungkin itu bisa jadi merupakan sambilan mereka demi mengais rupiah demi rupiah, who’s know ?? 
Akting yg lebih susah aja bisa apalagi cuman akting pura-pura dikerjain?? mungkin ndak perlu jadi artis, saya aja bisa… –meski begitu masih berharap untuk menjadi artis–

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: