Kisah Si Jaket Abu2

–Diangkat dari sebuah kisah, pengalaman, nyata yg terjadi hari ini–

Pagi itu setelah selesai melatih basket sekumpulan anak remaja, saya bergegas pulang untuk menjalankan ritual pagi hari. –pub sambil baca koran– Tanpa rasa ragu2 saya segera tancap gas untuk mengejar waktu yg terbuang percuma. Karena mengingat desakan dari dalam perut yg sudah meronta -ronta.

Dalam perjalanan pulang tibalah saya di sebuah per-3an jalan. Sambil menunggu lampu rambu berubah warna menjadi hijau, saya mengamati sekeliling saya untuk melihat kesibukan manusia2 jogja dipagi hari. Tiba2 sebuah adegan macam ditipi2,atau seperti yg di sinetron2 terjadi tepat didepan muka saya. Dari arah kanan saya ada seorang ce, yg walaupun sekilas saya melihat, namun ce itu berparas macan. Saat itu mungkin si ce tidak menyadari bahwa jaket yg dikalungkan di tasnya terjatuh. Tanpa berpikir panjang, seperti sebuah refleks –akibat dari sering nonton FTV– Hati saya tergerak untuk mengambil jaket tersebut dan mengembalikan kepada empunya.

Seketika saya melesat merubah arah kuda besi saya mengejar sang pemilik jaket. Dengan nafas menderu-deru ,dewa penolong yg bangun kesiangan itu melesat kencang. Dan kuda besi hitam tunggangannya itu pun menjawab dengan suara yg tak kalah gagah, seperti mengerti akan maksud baik majikannya. Melewati motor dan mobil layaknya valentino rossi yg sedang mengejar podium untuk meraih juara sejati. Karena memang ada kesamaan antara saya dan valentino, mengingat kuda besi yg kami tumpangi sama , yaitu merk peternakan Yamaha.

Saat sampai di sebuah per-4an, karena si ce melaju dengan sangat kencang, dia pun sedikit menerobos lampu merah hanya dengan waktu sepersekian detik. Sedang saya, karena masih tertinggal 4-5 menit dibelakang merasa bimbang, apakah saya harus menerobos juga atau menunggu, dengan resiko saya kehilangan jejak dan kesempatan untuk berbuat baik –diragukan–

Akhirnya dalam waktu sepersekian detik pula, saya telah memutuskan, –yg nanti pasti akan merugikan saya– untuk melaju sekencang-kencangnya dengan menerobos lampu merah. Tanpa melihat kiri dan kanan saya segera tancap gas untuk menghindari suara peluit yg bersiul-siul mengejar saya. Mobil dan motor lainnya hanya memandang saya dengan kagum, mengingat betapa gagah dan beraninya saya menerjang keramaian demi keramaian hanya untuk sedikit perbuatan baik.

Setelah beberapa waktu saya mengejar dan mengejar , layaknya mengejar mas2 ..(eh maap ) mbk2 itu . Saya sadar bahwa dia telah jauh meninggalkan saya dan jaket abu-abunya yg beraroma wangi ala parfum ce ditangan saya. Memang benar, kadang jika kita berbuat baik akan ada saja halangannya. sedang untuk perbuatan jahat kita sering dapat melakukannya dengan sangat mudah, tanpa harus berpikir dan berusaha keras terlebih dahulu.
—————————————————————————————————————————–
***
Akhirnya cerita ini harus diakhiri mengingat, sudah lebih dari 30 menit saya disidang di pos polisi, karena tindakan menerobos saya yg meski terbilang fenomenal, namun tetap saja melanggar rambu2 lalu lintas karena membahayakan pengguna jalan lain. Saya tahu, apapun alasan saya, apapun alibi yg saya punya tidak bisa membebaskan saya dari jeratan hukuman. Meski akhirnya oleh bapak2 kepolisian yg dengan arif dan bijaksana memberitahu saya akan salahnya tindakan saya. Namun tetap saja saya harus menerima kultum selama lebih dari 20 menit , hingga saya harus melupakan ritual wajib dipagi hari.😦

==>Teringat suatu quote yg pernah saya baca entah dimana dan kapan…<==

“lakukanlah hal baik kapanpun dan dimanapun anda berada, karena sekecil apapun itu, pasti akan bermanfaat untuk orang lain …”

  1. terus, jaketnya skrg diapain, mas?
    eh, td bnran perbuatan baik atau krn ada udang di balik batu, mas?😀
    secara ceweknya kan macan…hehehe

    akhirny jaket tlah kembali kepemiliknya… coz ada simcard di kantong..
    eh pas mo ngambil, dia datang ma satpamnya.. aduh2 …suram mode ON😦

  2. hahaha..
    makanya mas niat baik nggak pake ngarep plus2
    gitu deh “bayarannya” (sok bisa baca pikiran orang mode on)

    siappp jeng…:mrgreen:

  3. orang tua bijak pernah bilang,”berbuat baiklah kepada orang lain niscaya engkau akan mendapatkan kebaikan pula dari orang lain”,
    saya yakin sekecil apapun perbuatan baik itu, akan mendapatkan imbalan yang setimpal walaupun imbalan itu bukan dari org tsb (orang yng prnh kita bantu), yang penting niat kita ikhlas

    salam

    salam balik bos… he2
    setujuh, makanya ni lagi berusaha iklas, meski emg sulit bos.. tq 4 coming.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: