Breaking dawn /Awal yg baru

–trilogi ke-4 dari serial twilight saga of paijem–


dedicated too my best friend paijem


Suasana siang hari itu panas, meski masih juga terdapat awan mendung yg bersiap -siap seperti seorang pelari marathon. Ketika kulihat jam sudah menunjukkan pukul 10.28 WIB lebih 58 detik . Setelah berkeliling, berputar, berguling sampai berjingkat-jingkat diantara toko demi toko akhirnya kami mendapatkan sebuah syal sakti yg mampu membawa pemiliknya untuk menjelajah waktu . Dengan segera kupacu kuda jantan besiku –yg gagah hanya karena aku yg menungganginya– menuju terminal burung- burung udara. Dalam waktu hanya 15 menit kami sampai ke terminal burung udara , milik ngadi dan sucipto. Melalui jalan setapak, melewati aspal yg panas, sampai menembus kumpulan mahluk- mahluk asing , kami sampai disebuah warung yg terlihat sederhana. Yah karena sangat sederhananya kami hanya mampu membeli 2 gelas lemon tea.

Sambil berbincang-bincang ala orang kurang kerjaan dan kurang perhatian tapi tetep sok keartisan, tampak sosok kecil yg merusak hukum kesetimbangan dengan sebuah rumah mini yg dibawanya. Ya, dialah paijem , sang pembaca pikiran. Karena naga yg ada diperutnya dia mendapat kekuatan untuk membaca pikiran orang melalui tingkah lakunya. Dan sebagai reward atas kekuatannya paijem harus memberinya banyak makanan. –hal inilah yg menjelaskan mengapa tubuh kecil paijem dapat menghabiskan 10 piring mie ayam– Kemudian sampai menunggu burung udara yg datang menjemput paijem kami memutuskan untuk memulai rapat meja persegi panjang (The Square Table Meeting) yg limited edition –maksud kami “benar2” limited– seperti pada masa raja arthur di inggris.

Rapat ini digelar sebenarnya bermaksud untuk melepas kepergian paijem untuk melanjutkan petualangannya didunia fana, jauh dari dunia dewa tempat dia berada selama ini bersama kami. Bersamaan dengan itu salah satu teman kami Yu pitri sang pengendali kamra, berusaha mengabadikan moment indah ini. Moment dimana nantinya setiap dari kami diharuskan juga menempuh jalan kefanaan demi mendapatkan arti dari tujuan hidup kami sebagai para dewa dari Negeri Kahyangan Juadi.

Meski hanya salah satu dari 4 dewa yg hadir disana, yg diharuskan pergi, namun bumi tetap menjadi basah seperti yg telah diramalkan beribu-ribu tahun yg lalu .

Ramalan itu berkata ketika tiba waktunya kita semua akan menempuh jalan masing-masing maka akan turunlah hujan yg lebat yg berasal dari air mata kita yg kemudian disebut danau air mata dewa.

Yg kini dapat anda lihat didaerah tempat tinggal ngadi dan sucipto dua orang kembar yg hidup dengan memelihara burung-burung udara.
perpisahan
adik sang dewa yg akan pergi mengusap cermin matanya yg mengalir menjadi air mata kerinduan.

Ketika salah satu dari dewa itu akan pergi, tampak oleh dewa terganteng kala itu bahwa disudut2 mata teman2 dewanya mata mereka telah berubah. Dan karena dia takut bahwa matanya akan berubah seperti cermin layaknya teman2nya maka dia pun bergegas pergi terlebih dahulu. Karena dia tahu perubahan mata menjadi seperti cermin yg terjadi pada teman2nya akan menjadi awal turunnya hujan lebat yg akan membanjiri bumi.

Kini meski sudah kira-kira lebih dari 20 jam Waktu Dewa kami berpisah, namun melalui Buku Berwajah peninggalan mahadewa berjuluk sang Facebook kami dapat melihat sedikit kenangan-kenangan kami. Baik ketika kami kecil maupun ketika sudah dewasa. Dan tentunya moment2 perpisahan yg terjadi kemarin akan selalu menjadi mesin waktu bagi kami untuk mengulang kebahagiaan sekaligus kesedihan yg telah terjadi melalui bunga tidur dan alam khayalan kami. Meski menurut ramalan akan muncul kembali esok ketika kami berjumpa lagi.
memori
memory with my best friend from the world of childhood godness .. –taken picture from miss Yu Pitri–
Meski bawaanmu berat namun ingatlah bahwa tubuhmu ringan, –mangane sik okeh–
Meski jarak kita jauh namun ingatlah pada jauh dekat cuman 2000 perak, –tinggal bukak facebook–
Meskipun Mr chooky tidak mau menerimamu namun yg lebih ganteng masih banyak, –tk gawakke dewa perang sma10–
Selalu ingat bahwa tak ada yg abadi kecuali hubungan persahabatan –lagi ki nggenah, selama kurang lebih semalem nulis–
” dit aku njaluk tulung, jagakke Maya Septa nggo aku,… okay ??”

    • tary
    • January 3rd, 2010

    met taun baru sukses ya, terus berkarya
    tetep sehat, tetep semangat biar kita bisa jalan-jalan dan makan-makan lagi, heheh (pak bondan mode on)

    ollrait..ollraitt aminnnnn ==> pak hendra mode on:mrgreen:

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: