Satpol PP vs Pedagang Kaki Lima

sebuah cerita tentang jembatan reyot bernama komunikasi.

suara 1 : HOI…!!! antemi ae , pdo2 wong kene ko nggaya…grudug ..
suara 2 : hei…hei ono opo iki ?? sikek..sikekk..
suara 3 : wogh la bola bali jan satpol K*p*e!!! -maap-

Selama kurang lebih 5-10 menit ketegangan itu berlangsung . Hampir semua orang merasa kaget , dan penasaran. Ada 2 pihak yang berseteru malam itu. Karena rasa penasaran yang timbul ku mulai mencari cari responden untuk diwawancarai. Maka dengan nada sopan dan jawa medok khas jogja yg kumiliki, kukorek informasi dari salah satu sosok tua yang masih juga mengamati dengan penasaran disebelah becaknya.

penulis : wah rame nggih pak .. -sok kenal mode ON-
pak tua : nggih mas , lha wong malem minggu . -jawaban singkat ala multiple choice-
penulis : loh niko wonten nopo njih pak , kok kadose “rame” sanget? -pancingan pertama-
pak tua : wah mboten ngertos njih mas… -wajah kepura puraan akan ketidak tahuan nampak semakin jelas-
penulis : kadose kok garukan nopo pak? -pancingan ke2-
pak tua : .. nggih mungkin mas , -sedikit terpancing meski masih berakting secara amatir-

… Setelah hanya dengan beberapa pancingan -yang juga meski murahan-, ku mendapat informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Disaat itulah ternyata semuanya tampak jelas. Singkatnya para pedagang kaki lima merasa dilecehkan oleh para satpol PP yg sedang menjalankan tugas. Mereka merasa sebal dan kesal terhadap “pekerja negara” yang sedang beroperasi. Sempat dari mereka sampai mengatakan hal2 yg kurang pantas (-baca suara 3-). Disaat itu juga temanku yang sedang mengabadikan beberapa moment dari suasana binnale jogja jaming di nol kilometer berkata, ” ternyata serba salah juga yah, ..” Seketika itu kami menghabiskan hampir 10-15 menit untuk membahas tentang peristiwa tersebut.

Seringkali kita melihat, mendengar, bahkan menyaksikan ,operasi yang naik daun dengan ungkapan Garukan di media- media televisi, ataupun koran. Berita -berita tentang para satpol PP yg menggusur atau mengejar para pedagang liar( yang beralibikan mencari uang untuk mengganggap tindakannya dibenarkan ). Satpol PP memang seorang penjahat , begitu menurut sebagian kalangan yang kontra. Namun benarkah keadaan ini nyata? bahwa satpol PP memang sosok musuh yang harus ditakuti dan dihindari? bahkan dimusuhi?

Teringat kata albert einstein seorang fisikawan legendaris. ” satu -satunya hal yang pasti didunia adalah ketidak pastian” . Apa pula maksudnya?


Maksudnya adalah tidak ada jawaban yg pasti untuk menegaskan bahwa para satpol PP adalah musuh dan begitu pula sebaliknya. Tidak ada penegasan bahwa para pedagang kaki lima liar merupakan pengganggu yang harus disingkirkan. Karena akar permasalahan disini hanyalah komunikasi. Yap dalam mengutarakan pendapat, kita tidak boleh subjektif. (ya iyalah masa ya iya donk??)
Tentang siapa yg salah dan benar , semuanya abu-abu. Persis keadaan bangsa kita yang semakin abu-abu dan penuh warna .
Disatu sisi para satpol hanyalah sosok manusia yang menjalankan tugas sebagai kewajibannya, untuk mendapatkan hak berupa nafkah keluarga. Sedang disisi lain, para pedagang hanyalah manusia yang lebih memilih menjajakan minuman dan makanan demi memperoleh rizki yang halal, untuk hidup.
Jawaban bagi kedua pihak yang sering terlibat percekcokan ini hanya karena belum dibuatnya sebuah jembatan penghubung yang terbuat dari kerangka yang kokoh. Karena masih dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu yang rentan dan lemah, maka komunikasi pun hanya akan berlangsung satu arah, tergantung siapa subjek dan siapa objek penderitanya. Besar kemungkinan karena keadaan ini sering terjadi gesekan-gesekan antara kedua pihak. -yang mnurut saya sama-sama mulia, karena sama- sama mencari rejeki yang halal-

Lalu apakah mungkin jawaban bagi permasalahan bangsa ini hanya komunikasi? Apakah sesederhana itukah?
Siapapun anda pasti memiliki jawaban yang berbeda-beda dan itu hak anda. Namun jika memang benar, kenapa lalu kita tidak memulai untuk berkomunikasi dengan baik mulai dari sekarang ? lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan??

    • mala
    • December 28th, 2009

    Stujuuu.. Emang stiap pmasalhan sbaikny dbicrakan..
    Tp aq rada gk paham mas ap yg hrusny dkmunikasikan antra kaki lima sm satpol pp, ending kmunikasiny jgn2 ksepakatan kaki lima byar k satpol pp? (pikiran bego y?)

    wah nek bego aku ga ngomong loh ituhanya sebuah ungkapan kejujuranmu ! wakakakakk:mrgreen:
    yah dikmnikasikan cara menegur yg sopan , pengaturan yg adil, kalo mmungkinkan pdataan pkl biar ga liar, gitu😀
    kan satpol sbgai phubung antara the government and the civillians , am i right ?? btw YM jrang aktip neng?? (i hope that you know YM😛 )

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: